Kamis, 9 April 2026

Telkomsel Jadi Andalan Warga di Perbatasan NKRI

"Kalau sinyal agak lemah mungkin wajar saja, karena kapasitas disesuaikan jumlah penduduk.

TRIBUN/MUHAMMAD IKHSAN
LAYANAN - Seorang ibu berkomunikasi dengan ponsel sambil menggendong anaknya di Jalan Sudirman, Ranai. Masyarakat nampak menikmati layanan telekomunikasi di Ranai, khususnya Telkomsel. 

Laporan Tribunnews Batam, Muhammad Ikhsan

SEBAGAI daerah terluar, Kabupaten Natuna yang juga menjadi beranda utara bagian barat Indonesia ini memiliki kondisi geografis kepulauan dan laut. Sehingga, komunikasi sangat penting artinya bagi masyarakat.

Telekomunikasi sangat diandalkan warga pulau dalam menjalin komunikasi baik itu secara pribadi, sosial, bisnis dan ekonomi.

Kehadiran layanan Telkomsel di pulau-pulau itu sangat membantu memperkuat kegiatan ekonomi masyarakat pulau.

Nurhayati, seorang wiraswasta di Ranai mengaku sangat terbantu dalam menjalankan bisnis travel agency dengan kelancaran telekomunikasi ini.

"Ya wajib dong, komunikasi dalam memantau tiket dan perubahan penerbangan itu kadang dilakukan secara konvensional langsung lewat telpon ke pihak distrik maskapai. Terkadang internet mengalami gangguan kita masih bisa menjalin komunikasi lancar by phone. Itu penting," ujarnya.

Manfaat akses telekomunikasi juga dirasakan Syaffi, warga Pulau Midai.

"Kalau sinyal agak lemah mungkin wajar saja, karena kapasitas disesuaikan jumlah penduduk. Tapi ada jaringan Telkomsel di pulau kami saja cukup membantu. Yang jelas dengan keberadaan Telkomsel saya bisa memantau anak yang berkuliah seberang pulau sana di Ranai," ujar Syafii.

Antara Midai dan Ranai memiliki jarak tempuh sekitar enam jam perjalanan laut.

"Ya mudah-mudahan anak saya bisa kuliah dengan baik sesuai yang dicita-citakannya. Yang penting saya bisa terus memantau dan berkomunikasi dengannya lewat telpon genggam," ujar pria dengan enam anak itu.

Kepala Seksi Pos Telekomunikasi dan Ekspedisi, Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informasi Kabupaten Natuna, Riduan Dalimunte, ST mengatakan, dari provider layanan telekomunikasi nirkabel di Natuna, Telkomsel tetap berada di depan yang tersebar di 12 kecamatan yang ada.

"Untuk saat ini Telkomsel menjadi operator seluler yang paling mudah diakses. Dari data jaringan telekomunikasi yang kami miliki mereka sudah memasang tower di setiap kecamatan," ujar Riduan.

Data Dishubkominfo Natuna, di Kecamatan Midai ada dua titik yakni di Desa Batu Belanak dan Desa Sabang Barat.

Kemudian di Kecamatan Bunguran Barat tersebar di 7 titik masing-masing dua unit di Sedanau Timur, dua unit di Desa Gunung Putri satu unit lainnya di Kelurahan Sedanau, Desa Binjai dan Desa Pian Tengah.

Untuk Kecamatan Bunguran Utara, sarana jaringan Telkomsel tersebar di Desa Kelarik Barat, Desa Teluk Buton, Desa Seluan Barat dan Desa Gunung Durian.

Bahkan di pulau paling ujung Kabupaten Natuna, yakni Kecamatan Pulau Laut yang berbatasan dengan Vietnam pun, Telkomsel sudah memasang dua titik jaringan di Desa Air Payang.

Kecamatan lainnya yang kini sudah terjangkau pelayanan sarana Telkomsel adalah dua unit di Kecamatan Bunguran Tengah yakni Desa Harapan Jaya dan Desa Air Lengit.

Di Kecamatan Pulau Tiga, tower Telkomsel berada di Desa Sededap dan Tanjung Kumbik Utara.

Ibukota Kabupaten Natuna, yakni Kecamatan Bunguran Timur sendiri ada beberapa unit fasilitas tower telkomsel yakni di Ranai Kota, satu unit di Desa Sepempang, satu unit di Desa Batu Gajah dan tiga unit di Kelurahan Bandarsyah.

Sementara empat unit di Kecamatan Bunguran Timur Laut juga membantu masyarakat setempat dalam kelancaran aksesnya, tower Telkomsel berada di Desa Tanjung, Desa Pengadah, Sebadai Hulu dan Desa Limau Manis.

Di Kecamatan Bunguran Selatan tersebar di Desa Cemaga dan Cemaga Selatan, begitu pun di Kecamatan Serasan ada di Kelurahan Serasan dan Tanjung Balau.

Di Kecamatan Subi dua unit tower dibangun di Pulau Panjang dan Subi. Terakhir satu unit di Kecamatan Serasan Timur.

"Pelayanan Telkomsel memang tersebar di seluruh kabupaten. Kami dari Dishubkominfo juga mengusulkan untuk menambah layanan kalau bisa di semua desa, namun kan memang akan ada aspek pertimbangan bisnis di dalamnya," kata Riduan.

Banyak kemudahan yang dirasakan masyarakat di perbatasan Indonesia ini dengan pengembangan yang dilakukan.

"Yang jelas sangat membantu sekali. Pemkab Natuna dalam hal ini Dishubkominfo juga berharap, daerah-daerah lainnya yan belum terjangkau sinyal juga bisa dirambah untuk perluasan layanan, kami akan sangat senang bekerjasama dengan provider yang turut membantu daerah ini," sebutnya.(*)

Batam Hari ini 

Halaman
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved