TV Online Tribun Batam
NEWSVIDEO: Mulai Meroket, Walikota Batam Sidak Gudang Beras
Dari sidak ini didapat bahwa beras yang beredar di Batam memiliki tiga golongan, beras biasa, sedang dan premium...
Laporan Reporter Tribunnews Video, Hadi Maulana
TRIBUNNEWS.COM, BATAM – Mulai merangkak naiknya harga jual beras di Batam Kepulauan Riau, yang merupakan dapak dari ditutupnya kran impor yang sempat diberlakukan pemerintah pusat, membuat masyarakat Batam cemas.
Hal itu jugalah membuat Walikota Batam, Ahmad Dahlan langsung melakukan sidak ke sejumlah gudang distributor beras yang ada di Batam Kepulauan Riau.
“Dari sidak ini didapat bahwa beras yang beredar di Batam memiliki tiga golongan, beras biasa, sedang dan premium,” kata Ahmad Dahlan, Senin (26/10/2015).
Dan yang saat ini mulai meroket harganya, yakni beras biasa yang sebelumnya dijual dengan harga Rp7 ribu perlikonya kini dijual diatas Rp9 ribu perkilonya,” ungkap Dahlan.
Menurut Dahlan naiknya harga jual ini diakibatkan dari jauh jaraknya biaya transportasi untuk pengakutan beras tersebut, mengingat beras-beras itu didatangkan dari Jakarta.
Merry, salah seorang pelaku distributor beras yang ada di Bengkong mengaku untuk lamanya proses pengiriman beras dari Jakarta ke Batam memerlukan waktu hingga dua mingguan.
“Itu jika tidak terjadi sesuatu hal, jika terjadi sesuatu hal seperti mesin kapal ngadet atau kendala lainnya, lamanya proses pengiriman bias mencapai tiga mingguan bahkan bias mencapai satu bulanan,” ujarnya.
Jadi bias dibayangkan, berapa biaya tranfortasi yang harus dikeluarkan untuk proses pengiriman beras tersebut.
“Belum lagi biaya-biaya tak terduga, hal itulah yang menyebabkan naiknya harga jual beras tersebut,”katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sidak-beras-walikota-batam-3_20151026_220617.jpg)