Demonstrasi Mahasiswa Stisipol
Defisit, Kadisdik Provinsi Kepri Pangkas Anggaran Beasiswa
Pemangkasan anggaran tersebut terjadi akibat pengurangan bantuan dana dari pemerintah pusat kepada daerah.
Penulis: Thom Limahekin |
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Penjelasan Kepala Dinas Pendidikan Kepri Yatim Mustafa sepertinya tidak memuaskan hati para mahasiswa Stisipol Raja Haji Fisabilillah Tanjungpinang yang berunjuk rasa di depan Kantor Gubernur Kepri, Pulau Dompak, Selasa (10/11) siang.
Dalam penjelasannya, Yatim mengatakan bahwa anggaran pendidikan atau beasiswa untuk mahasiswa Kepri tahun 2015 ditiadakan atau dipangkas.
Pemangkasan anggaran tersebut terjadi akibat pengurangan bantuan dana dari pemerintah pusat kepada daerah.
"Seperti yang kita ketahui bahwa tahun ini anggaran kita mengalami defisit. Karena itu, banyak pos anggaran yang dipangkas, termasuk anggaran pendidikan. Dana pendidikan masuk dalam pemangkasan tersebut," jelas Yatim kepada ratusan mahasiswa.
Kendatipun demikian, Yatim memastikan bahwa anggaran untuk pembangunan perpustakaan Stisipol akan dikabulkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri.
Hanya saja, tambahnya, anggaran tersebut bisa dikucurkan setelah pihak yayasan yang menangani pendidikan di Stisipol sudah menyelesaikan segala urusan mengenai lahan di mana perpustakaan itu dibangun.
"Kami akan selesaikan pembangunan perpustkaan, kalau pihak yaysan kampus selesaikan tetek bengek soal tanah. Kami anggarkan Rp 1 miliar untuk pembangunan itu.”
“Selama ini saya minta Pak Zamzami A Karim untuk serahkan surat tanah. Tetapi surat itu tidak pernah kami dapat," tegas Yatim seraya memastikan bahwa kalau masalah lahan sudah diselesaikan maka, pada 2018 nanti Pemprov Kepri akan menganggarkan dana untuk pembangunan perpustakaan tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kepala-dinas-pendidikan-disdik-kepri-yatim-mustafa-di-stisipol_20151110_113402.jpg)