Terhantam Excavator PU, Pipa Utama Air Bersih Koyak dan BOCOR
Suplai Air Jodoh-Batu Ampar Mati Total Setelah Terhantam Excavator PU
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Pipa distribusi utama DN 400 mm milik PT. Adhya Tirta Batam (ATB) didepan Bank BCA Jodoh, Batam mengalami kebocoran akibat terkena excavator pelebaran jalan kontraktor Dinas Pekerjaan Umum (PU). Pipa tersebut terkoyak alat berat sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa (10/11).
Akibatnya suplai air kepada pelanggan yang tinggal di wilayah Jodoh, Baloi, Batu Ampar, dan Nagoya terganggu.
“Kami sudah menghentikan suplai air kepada pelanggan yang terdampak sejak pukul 17:00 WIB, agar kebocoran pipa tersebut dapat segera diperbaiki. Bila melihat kondisi pipa yang terkoyak, butuh perbaikan yang lebih lama. Kami memperkirakan, perbaikan baru bisa selesai sekitar pukul 03:00 dinihari,” ungkap Corporate Communication Manager ATB Enriqo Moreno dalam rilis yang diterima Tribun Batam.

Ia melanjutkan, perbaikan pipa juga terhambat karena kurang kooperatifnya petugas yang mengerjakan proyek pelebaran jalan tersebut.
Saat ATB mencoba berkoordinasi, tidak ada satupun petugas proyek pelebaran jalan yang dapat dihubungi. Sehingga, perbaikan kebocoran tidak dapat serta merta dilakukan.
“Kami memerlukan alat berat petugas proyek untuk mempercepat perbaikan kebocoran pipa, sayangnya tidak ada satupun petugas proyek pelebaran jalan yang dapat dihubungi. Alat berat milik mereka sebenarnya ada, namun tidak ada petugasnya sehingga tidak bisa digunakan. Untuk mendatangkan alat berat sendiri ke lokasi kebocoran membutuhkan waktu,” sesal Enriqo.
Ia pun melanjutkan, ini bukan kali pertama pipa ATB terkena excavator kontraktor PU yang sedang mengerjakan jalan. Sebelumnya ada beberapa pipa ATB yang terhantam alat berat kontraktor, seperti di Simpang Kara, Graha Sulaiman, Simpang Kemuning Tanjung Piayu, Simpang Kabil, hingga Simpang Kepri Mall.
Akibat kebocoran pipa tersebut, suplai air kepada pelanggan terpaksa harus dihentikan sementara waktu hingga perbaikan selesai dilakukan.
“Meski ukuran pipa tidak terlalu besar, tetap saja perbaikan pipa tersebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Apalagi bila pipa tersebut merupakan pipa yang digunakan untuk jalur distribusi utama. Normalisasi suplai air ke pelanggan otomatis baru bisa dilakukan saat pipa tersebut selesai diperbaiki,” jelas Enriqo.
Ia melanjutkan, beberapa kontraktor terkadang tidak memberitahu saat alat berat mereka menghantam pipa ATB dan menyebabkan kebocoran.
“Kontraktor yang mengerjakan pekerjaan jalan itu berbeda-beda. Saat excavator mereka menghantam pipa ATB dan menyebabkan kebocoran, ada yang kooperatif dan ada yang tidak. Sebaiknya saat excavator kontraktor terkena pipa ATB dan menyebabkan kebocoran air, langusng saja menelpon call centre ATB di no 0778-467111 sehingga bisa dilakukan koordinasi yang lebih cepat ke bagian terkait,” himbaunya.
Enriqo berharap, saat darurat air bersih seperti saat ini akibat kemarau panjang karena El Nino, sebaiknya semua pihak saling bahu-membahu menjaga ketersediaan air bersih di Pulau Batam.
Kontraktor maupun masyarakat yang mengetahui adanya kebocoran air sebaiknya langsung menelepon call centre ATB untuk melaporkan kebocoran air.
“Sayang bila air terbuang sia-sia apalagi saat air baku yang semakin menipis seperti saat ini. Oleh karena itu, siapapun yang melihat ada kebooran air ATB mohon menginformasikan ke call centre kami,” paparnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kebocoran-pipa-atb-di-depan-bca-jodoh_20151110_215003.jpg)