Penutupan Sail Karimata Diisi Sajian dan Budaya Khas Melayu

Kita akan sambut mereka dengan sajian bernuansa melayu. Makanan dan aneka kuliner khas daerah juga akan jadi sajian yang bisa dinikmati peserta.

tribunnews batam/ikhwan
Tempat yang direncanakan sebagai salah satu spot penutupan Sail Karimata 2016 di Tepi Laut Tanjungpinang. Saat ini masih dalam pengerjaan. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang Riono memastikan Tanjungpinang telah siap menjamu tamu dari berbagai belahan dunia yang mengikuti iven Sail Karimata 2016.

Menurutnya para peserta Sail Karimata bakal dipuaskan dengan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan Pemko Tanjungpinang dan Pemerintah Provinsi Kepri.

"Kita akan sambut mereka dengan sajian bernuansa melayu. Makanan dan aneka kuliner khas daerah juga akan jadi sajian yang bisa dinikmati peserta," katanya, Rabu (11/11/2015).

Pemko Tanjungpinang juga akan menggelar aneka lomba permainan rakyat. Pasalnya, perlombaan seperti itu sangat disukai wisatawan asing. Seperti misalnya lomba pukul bantal dan lomba jong (perahu layar berukuran mini).

"Karena orang luar lebih suka dengan perlombaan seperti itu. Lomba jong nanti dikasih nomor biar bisa dilihat," katanya.

Tempat yang menjadi pusat acara penutupan Sail Karimata yaitu perairan di depan Gedung Daerah Perovinsi Kepri. Sedangkan sampan layar atau yacht para peserta akan digelar di sungai Carang dan sekitarnya.

"Nanti akan ada 100-an yacht. Dan kegiatan ini juga rencananya akan dihadiri Wakil Presiden," katanya.

Untuk pelaksanaan acara ini, Pemko Tanjungpinang akan anggarkan dana melalui APBD Pemko Tanjungpinang Tahun Anggaran 2016. APBD Pemerintah Provinsi Kepri dan APBN juga dikabarkan akan turut mendukung pendanaannya.

"Kemarin kami sudah rapat pendahuluan. Untuk rapat pemantapan nanti kita akan mengundang Dinas Pariwisata Provinsi Kepri," ujarnya.

Rencananya kegiatan ini digelar Oktober 2016 mendatang. Mengingat iven tersebut bersekala internasional, maka persiapan pun harus dilakukan sejak saat ini. Alasannya agar saat menjelang hari H persiapan sudah benar-benar matang.

Selain itu, beberapa kegiatan juga harus disinergikan dengan kegiatan ini diantaranya yaitu HUT Kota Otonom Tanjungpinang 2016 dan Pekan Muharram Tanjungpinang.

"Jadi, jangan sampai kegiatan ini berbenturan. Ini akan kita dudukkan bersama," katanya. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved