Senin, 20 April 2026

Tahanan Kabur dari Rutan Batam

Pengakuan Martunis, Awi Ajak Tahanan Lain Kabur Usai Rusak Gembok Pintu Penjara

Irhamhuddin, mengatakan, Awi merupakan orang yang pertama merusak gembok pintu samping, yang sepertinya sudah direncanakan.

Editor: Mairi Nandarson
tribunnewsvideo/Hadi Maulana
Seorang pekerja lepas menunjukan daftar tahanan rutan klas IIA Batam yang kabur, beberapa di antara tahanan yang kabur sudah tertangkap kembali. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM BATAM - Kepala Rutan Klas II A Batam Irhamuddin, mengatakan Awi alias Mansur bin Zulkifli (25), napi kasus narkoba, merupakan dalang atau otak kaburnya 19 tahanan Rutan Batam, Jumat (13/11/2015) lalu, sekitar pukul 12.30 WIB.

Irhamhuddin, mengatakan, Awi merupakan orang yang pertama merusak gembok pintu samping, yang sepertinya sudah direncanakan.

Kemudian, Awi mengajak kawanan narapidana lain untuk melarikan diri.

"Setelah Martunis bin Mahmud ditangkap di perumahan Villa Mukakuning, pada Jumat malam itu. Martunis mengakui kalau dalangnya adalah Awi, yang masih buron," ujar Irhamhuddin, Sabtu (14/11/2015) siang.

Sebelum diajak kabur, Martunis mendengar Awi mengajak semua teman-temannya untuk melarikan diri.

Bahkan, Martunis mengakui dirinya baru kenal terhadap Awi.

"Dari pengakuan Martunis, dia baru kenal dengan Awi, tapi dia mendengar Awi mengajak tahanan lainnya untuk kabur," ujar Irhamhuddin.

Saat ini, menurut Irhamuddin, ada enam orang lagi yang masih dalam daftar pencarian orang (DPO). Di antaranya Roili Sahreza, Hafizan Alias Kecut, Awi Alias Mansur bin Zulkifli, Hendri Sufirman, Ahyar bin Ali, dan Sapriadi Alias Iwan bin Dahlan.

Seperti diberitakan sebelumnya, dari 7 warga binaan rumah tahanan (rutan) Batam yang melarikan diri. SAtu orang bernama Martunis Bin Mahmud berhasil ditangkap Anggota Brimob, di sekitaran Perumahan Villa Mukakuning, Sagulung.

Penangkapan itu atas laporan masyarakat. Setelah mendapat kabar pelaku berada di sekitaran Perumahan Villa Mukakuning, jajaran Brimob Polda Kepri langsung melakukan penangkapan, sebelum pelaku ditangkap terlebih dahulu terjadi kejar-kejaranan dengan aparat kepolisian.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved