Rabu, 8 April 2026

HIV AIDS DI BATAM

Banyak Istri yang Terimbas Perangai Suami yang Suka Jajan Seks

"Data ini kita kumpulkan dari berbagai Rumah Sakit di Kota Batam," kata Sri Rupiarti

Editor: Mairi Nandarson

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Jumlah penderita HIV/AIDS di Batam hingga September 2015 tercatat 539 orang.

Data warga Batam yang positif HIV/AIDS yang dilansir Dinas Kesehatan (Dinkes) Batam ini, terakumulasi sejak Januari 2015 hingga September 2015.

Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyebaran Lingkungan (P3PL) pada Dinkes Batam, Sri Rupiarti, mengatakan, dari 539 penderita HIV/AIDS, 143 berasal dari pelanggan seks, 119 pasangan Risti, 71 berasal dari wanita penjaja seks, 81 lelaki seks dengan Lelaki, 2 berasal dari Waria, 2 berasal dari injecting drug user, 6 berasal dari warga binaan permasyarakatan, 3 berasal dari pelanggan pekerja seks, dan 71 orang akibat penyebab lainnya.

" Data ini kita kumpulkan dari berbagai Rumah Sakit di Kota Batam," kata Sri Rupiarti.

Dia menuturkan, saat ini di Kota Batam Sendiri, banyak wanita yang menjadi Pekerja Seks Komersial (PSK).

Hal itu membuat para pria sangat dominan terkena HIV/AIDS ini .

" Ini yang sangat berbahaya, yang menikmati PSK adalah pria hidung belang, sementara di rumah punya istri, karena prianya berhubungan dengan penderita HIV/AIDS, otomatis istri di rumah terkena imbasnya," katanya.

Dia juga menjelaskan, Provinsi Kepulauan Riau sekarang menduduki posisi ke enam dari 33 Provinsi yang ada di Indonesia dengan penderita HIV/AIDS terbanyak.

Dia juga mengatakan, banyaknya penderita HIV/AIDS di Kota Batam dikarenakan, banyaknya tempat yang menyediakan tempat prostitusi secara tidak langsung seperti, karaoke, diskotek, dan tempat pijit plus-plus.

Dia menjelaskan, untuk menekan penyebaran virus HIV/AIDS, Dinas Kesehatan Kota Batam terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, dan kembali mengaktifkan Forum Masyarakat Peduli AIDS (FMPA) di 12 Kecamatan yang ada di Kota Batam.

Menurut dia, adanya FMPA bertujuan menjalin hubungan antara sesama penderita. Forum itu juga bisa menjadi tempat sharing, dan berbagi informasi mengenai HIV/AIDS.

Forum ini merupakan salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus terhadap yang lain.

Dia mengimbau Pekerja Seks Komersial (PSK) maupun pelanggan untuk menjaga diri dalam melakukan transaksi seks, salah satunya dengan menggunakan pengaman seperti kondom.

"Kita bukan menghalalkan terjadinya transaksi seks, tetapi kita mengimbau agar para penikmat seks menjaga diri, agar tidak tertular virus mematikan itu," kata Sri Rupiarti.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved