Dianggap tak Mau Bayar Utang, Leher Sumiyati Dirantai ke Tembok oleh Pasangan Rentenir
Dianggap tidak mau bayar utang, Sumiyati (37) warga Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, jadi korban penganiayaan.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MAGETAN - Dianggap tidak mau bayar utang, Sumiyati (37) warga Desa Sumberdodol, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, jadi korban penganiayaan.
Lehernya dirantai ke tiang beton teras rumah layaknya binatang.
Perbuatan sadis itu dilakukan Sudarno, warga Desa/Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan.
Keterangan yang dihimpun SURYA.co.id (tribunnews network), menyebutkan, kasus penganiayaan itu bermula dari utang piutang antara Sumiyati dan Sudarno.
Sumiyati sebagai nasabah dan Sudarno sebagai rentenir di Panekan yang dijuluki 'penjual uang'.
"Utang korban ke Pak Sudarno sudah hampir lunas. Tapi karena untuk keperluan anak sekolah, angsuran ke bank ilegal itu tertunda," kata Susanto, saudara korban kepada SURYA.co.id, Jumat (20/11/2015).
Susanto menyebutkan, utang Sumiyati semula Rp 30 juta dan bunga 12 persen itu harus dibayar setiap bulan.
Hingga kejadian itu, utangnya tinggal Rp 7 juta.
"Utang Rp 30 juta itu ternyata yang Rp 5 juta dipinjam saudara. Selama ini utang itu rutin terbayar. Tapi karena ada keperluan keluarga, dia minta waktu, bukan tidak mau bayar," kata Susanto.
Susanto mengatakan, sebelum merantai Sumiyati, Sudarno yang juga bersama istrinya itu, mengaku-aku sebagai tentara.
Ia bahkan menyebut Sumiyati menyepelekan tentara.
"Sebenarnya penganiayanya dua orang, Sudarno dan istrinya. Tidak tahu pertimbangan apa sehingga yang diproses hukum hanya Sudarno. Itu pun pelaku tidak pernah ditahan," jelas Susanto.
Ia berkisah, istri Sudarno mendorong Sumiyati hingga jatuh ke sisi tiang, kemudian lehernya dirantai oleh Sudarno.
"Tapi tidak tahu kok yang diproses hanya Sudarno. Padahal dalam laporan, korban sudah ceritakan fakta yang sebenarnya. Tidak tahu pertimbangan polisi," jelas Susanto.
Ia menambahkan, lilitan rantai pada leher Sumiyati dilepas oleh anggota Polsek Panekan setelah Parni, suami Sumiyati, melapor.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/leher-sumiyati-37-magetan-rentenir_20151120_162036.jpg)