Pilkada Kepri 2015
Ini Isi SMS Yang Buat Calon Gubernur Kepri Buat Laporan Ke Polda Kepri
Nomornya itu cloning. Isinya menyebarkan fitnah yang membuat beliau dicemarkan nama baiknya. Ini pembunuhan karakter
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Calon Gubernur Kepri nomor urut 2, Soerya Respationo, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak, dan anggota dewan Asmin Patros membuat laporan polisi atas perbuatan pidana antara lain, fitnah, pencemaran nama baik, dan perbuatan tidak menyenangkan.
Laporan tersebut, berkaitan dengan pembajakan nomor-nomor handphone yang bersangkutan dan mengirimkan sms berisi fitnah.
"SMS yang dikirim seolah-olah dari nomor beliau bertiga. Nomornya itu cloning. Isinya menyebarkan fitnah yang membuat beliau dicemarkan nama baiknya. Ini pembunuhan karakter. Kita melapor ke Polda Kepri untuk menyelidiki ini secara serius," ujar anggota DPR RI, Dwi Ria Latifah sebagai juru bicara.
Menurut Dwi Ria, akibatnya sangat mengganggu ketiga orang tersebut. Banyak masyarakat yang merespon, mulai dari memaki balik, bertanya, dan lainnya.
"Kalau masih bertanya enak. Ini jadinya ada yang memaki balik," ujarnya.
Adapun isi sms yang dikirim dari nomor handphone cloningan tersebut beragam.
Jika dari Asmin Patros mengatakan agar simpatisan SAH menemuinya untuk mengambil uang Rp 500 ribu dari panitia selepas kampanye akbar kemarin, maka lain lagi yang dikirim dari nomor serupa milik Soerya dan Jumaga.
"Kalau dari nomor cloningan pak Soerya, isinya dukung saya HM Soerya Respationo menjadi gubernur kepri saya berjanji untuk wujudkan batam jadi kota Judi, prostitusi, miras dan narkoba untuk masyarakat sejahtera," tutur Dwi Ria.
Sedangkan dari nomor handphone serupa milik Jumaga, beredar sms "pilih HM Soerya, sosok yang berani dan tegas. Terbukti dengan menjual pulau dan pantai ke pihak asing untuk sejahterakan Kepri". (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/calon-gubernur-kepri-soerya-respationo-mendatangi-mapolda-kepri_20151130_114502.jpg)