Pilkada Kepri 2015

Ada Gugatan Cabub Kubu Raja Usman, Pengumuman Penetapan Pilkada di Karimun Ditunda

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun secara resmi menunda pengumuman penetapan hasil Pilkada serentak 2015 di Kabupaten Karimun.

Ada Gugatan Cabub Kubu Raja Usman, Pengumuman Penetapan Pilkada di Karimun Ditunda
tribunnews batam/rachta yahya
Drs Raja Usman Azis-Zulkhainen SH, bakal calon Bupati-Wakil Bupati Karimun 2015-2020 dari jalur per orangan menyerahkan berkas ke KPU Karimun, Jumat (7/8/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Karimun secara resmi menunda pengumuman penetapan hasil Pilkada serentak 2015 di Kabupaten Karimun.

Hal itu setelah ada pengajuan gugatan penyelesaian sengketa Pilkada didaftarkan ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Sedianya pengumuman penetapan hasil Pilkada serentak di Kabupaten Karimun digelar Selasa (22/12/2015) ini.

“Rencana pengumuman penetapan hasil pilkada serentak di Karimun Selasa besok, kami putuskan ditunda sampai batas waktu tak ditentukan. Hal itu disebabkan ada pihak yang memasukkan berkas gugatan ke MK,” kata Ketua KPU Kabupaten Karimun, Ahmad Sulton, Senin (21/12/2015).

Keputusan pihaknya menunda pengumuman penetapan hasil Pilkada serentak tersebut dikatakan Sulton juga atas instruksi dari KPU Pusat.

Kepada pihaknya, KPU Pusat minta untuk menunda pengumuman dan sebaliknya mempersiapkan diri menghadapi gugatan sengketa Pilkada serentak tersebut.

“Atas instruksi dari KPU RI juga. Yang menggugat Raja Usman (Calon Bupati Karimun nomor urut 3, red), kalau Soerya, kami belum tahu, itu domiannya KPU Provinsi, kalau iya, apakah Karimun masuk atau tidak, kami belum tahu,” ujar Sulton.

Meski begitu, terkait pelaksanaan Pilkada, Sulton optimis pihaknya sudah menyelenggarakannya sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku.

Kalau pun ada sengketa, sudah ditanggulangi pihaknya di tingkat PPK dan saat rapat pleno terbuka belum lama ini.

Sementara itu Raja Usman Aziz belum memberikan keterangan.

Beberapa kali coba dihubungi melalui telepon genggamnya kemarin, yang bersangkutan tidak mengangkatnya meski terdengar nada tersambung.

Meski belum diketahui pasti materi gugatan Raja Usman Aziz tersebut namun ketika melayani permintaan wawancara Tribun Batam belum lama ini di kediamannya,

Raja Usman Aziz kerap mengeluhkan rendahnya partisipasi pemilih menyalurkan hak suaranya ke TPS dikarenakan tidak mendapat undangan.

Hal itu bertolak belakang dengan temuan pihaknya bahwa undangan banyak yang mengendap karena tidak dibagikan dengan alasan waktu mepet.

“Undangan ada tapi tidak dibagikan, akibatnya pemilih malas untuk menyalurkan hak suaranya. Mau pakai KTP, malah disuruh nunggu jam 12 baru bisa nyoblos, ya pemilih jadi malas, siapa yang mau nunggu lama-lama, mendingan pergi ke pantai mumpung hari libur,” kata Raja Usman Aziz mengeluhkan. (*)

Penulis:
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved