HEBOH! Sedang Upacara Bela Negara, Merah Putih Jatuh dari Atas Tiang di Kantor Gubernur Kepri

Apel bendera bertemakan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Kantor Gubernur Kepri, Senin pagi, diwarnai dengan insiden yang cukup menghebohkan.

HEBOH! Sedang Upacara Bela Negara, Merah Putih Jatuh dari Atas Tiang di Kantor Gubernur Kepri
eslstudentrecruiter
Ilustrasi. Bendera Merah Putih 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG- Apel bendera bertemakan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Kantor Gubernur Kepri, Senin (21/12/2015) pagi, diwarnai dengan insiden yang cukup menghebohkan.

Di tengah suasana apel, bendera merah putih yang sudah dinaikkan tiba-tiba terjatuh dan lepas dari talinya.

Insiden ini sempat membuat suasana apel terganggu.

Pemandangan itu pun termasuk mengganggu konsentrasi Penjabat Gubernur Kepri Agung Mulyana yang berperan sebagai inspektur upacara pada apel tersebut.

"Benderanya sudah dinaikkan. Namun, pada saat Pak Penjabat Gubernur memberikan pengarahan, tiba-tiba benderanya jatuh. Suasananya cukup heboh setelah itu," ungkap Heri Mokhrizal, Kepala Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri, Senin malam.

Upacara apel bendera memang tetap saja dilanjutkan.

Namun, menjelang apel berakhir, Penjabat Gubernur Kepri itu menggunakan waktu khusus untuk mengungkapkan ketidakpuasaannya terhadap insiden tersebut.

"Saya kira pada saat apel hendak berakhir, Pak Penjabat Gubernur mau mengungkapkan kata-kata perpisahan. Eh, ternyata beliau mengungkapkan kekesalannya atas insiden itu,"kata Heri lagi.

Ia menambahkan, Agung terlihat sedikit marah.

"Dia menyuruh Biro Umum untuk segera mengganti tali tiang bendera. Tetapi sebetulnya itu adalah tugas Biro Perlengkapan," ungkap Heri lagi.

Tiang bendera yang berdiri tegak di halaman tengah Kantor Gubernur Kepri itu tetap tidak berbendera hingga siang hari.

Tali bendera yang sebenarnya berjumlah dua utas, ternyata hanya tampak seutas dan terlihat kendor.

Sampai sore hari bendera merah putih belum diikatkan juga pada tiang tersebut. (*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved