KALEIDOSKOP KEPRI 2015
Lawan Petugas Pakai Senjata Tajam, Begal Ini Ditembak Polisi
kelompok begal ini melakukan hal yang sama. Mereka mencari korban untuk diambil barang-barangnya dengan diancam senjata tajam.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Aparat Kepolisian Sektor Batam Kota menangkap delapan pelaku begal alias geng motor yang meresahkan masyarakat. Ke delapan pelaku yang masih remaja, bahkan tujuh di antaranya di bawah umur, masing-masing berinisial Ad (18), As (17 ), Bi (17), Pb (16), Ww (13), Rp (13) Zp (14) dan Ds (14).
Para begal ini berasal dari satu kelompok geng motor Sungai Panas Comunity (SPC). Dari ke delapan pelaku, polisi berhasil mengamankan senjata tajam berupa samurai dan pisau, tas dan telepon genggam milik korban serta empat unit sepeda motor yang digunakan pelaku saat beraksi.
"Barang bukti kita dapatkan di markas mereka," lanjut Asep.
Menurut pengakuan pelaku, Ad (18), mereka beraksi di kawasan Batam Kota, Lubuk Baja dan Bengkong.
Di kawasan Batam Kota mereka melaksanakan aksi dengan cara mencegat pengendara.
Kelompok ini bermodus memepet kendaraan korban beramai-ramai dan meminta barang berharga sambil mengancam dengan senjata tajam.
"Di Ocarina kami stop cewek, lalu minta barang-barangnya sambil ancam pakai samurai. HP sama tasnya kemudian diambil teman saya," kata Ad yang terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan karena melawan petugas menggunakan senjata tajam saat ditangkap.
Selain Ad, Pb juga terpaksa ditembak karena melawan.
Di kawasan Bengkong, kelompok begal ini melakukan hal yang sama. Mereka mencari korban untuk diambil barang-barangnya dengan diancam senjata tajam.
Sementara di kawasan Lubuk Baja, kelompok ini memepet sepeda motor korban. Setelah mengancam dengan samurai, para pelaku membawa kabur sepeda motor milik korbannya.
Aksi lain yang dilakukan para pelaku ketika menyerang seorang penjaga malam bernama Antoni yang sedang berpatroli. Korban mengalami luka di punggung dan perut karena sabetan samurai dari para pelaku.
Bukan hanya para pengendara saja yang jadi korban keganasan kelompok ini.
Mereka juga mengambil barang berharga berupa telefon seluler milik dua orang wanita bernama Dwi dan Christian yang sedang nongkrong di depan perumahan Cahaya Garden.
Kapolresta Barelang, Kombes Asep Safrudin mengatakan, jajarannya dari Polsek Batam Kota awalnya membekuk Ad. Setelah dilakukan pendalaman, tujuh komplotannya akhirnya berhasil diringkus.
"Mereka satu kelompok dan juga tergabung dalam geng motor SPC. Dalam setiap aksinya mereka mencam korban menggunakan senjata tajam ke leher korban. Bahkan mereka tidak segan-segan melukai korban," kata Asep.
Karena maraknya tindakkan kriminal dijalan raya Asep menghimbau kepada masyatakat agar lebih berhati-hati. "Kita tidak akan berhenti melakukan penegakan hukum dan menindakt tegas aksi kriminal," pungkas mantan Kapolresta Bogor tersebut. (Tribun Batam/ayf)