Organda Pertanyakan Kerugian yang Dialami Trans Batam hingga Miliaran Rupiah
"Biaya operasional sekitar Rp 6 miliar. Pemasukan Rp 2,6 miliar. Jadi terpaksa disubsidi. Saya lupa berapa disubsidi," ujarnya.
Saat ini, kata dia, kendaraan tersebut membutuhkan biaya operasional dalam melayani tiga koridor yang sedang berjalan.
Satu koridor membutuhkan biaya operasional Rp 2 miliar, sedangkan tarif yang ditetapkan lebih murah dibanding angkutan umum.
"Ongkos pelajar hanya Rp 2 ribu dan untuk penumpang dewasa adalah Rp4 ribu," jelasnya.
Di tahun 2016, lanjutnya, Dishub akan mengelola 15 bus baru Trans Batam yang berasal dari BPJS Ketenagakerjaan dan hibah dari Kementerian Perhubungan.
Ia berharap, subsidi dari APBD dapat menutupi kekurangan biaya operasional kendaraan tersebut agar pelayanan kepada masyarakat optimal.
"Tahun depan akan baru semua. Kita memang mendorong agar Batam ini bisa memiliki angkutan massal yang aman dan nyaman untuk masyarakat," kata Madian.(*)