Nuryanto Khawatir RAPBD Kepri 2016 Dikembalikan Mendagri

Pengembalian RAPBD Kepri 2016 itu menjadi kekhawatiran bagi Penjabat Gubernur Kepri Nuryanto

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Mairi Nandarson
tribunnews batam/thomm
Penjabat Gubernur Kepri Nuryanto bersama istri, Riswanti, saat berziarah ke makam Raja Ali Haji di pulau Penyengat pada Sabtu (2/1/2015) sore 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Rancangan Anggaran Pendapat Belanja Daerah (RAPBD) Kepri 2016 yang disahkan dalam rapat paripurna Sabtu (26/12/2015) lalu, kemungkinan besar dikembalikan Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI).

Pengembalian RAPBD Kepri 2016 itu menjadi kekhawatiran bagi Penjabat Gubernur Kepri Nuryanto.

Namun, Nuryanto bertekad menyelesaikan permasalahan RAPBD itu sebelum Minggu (10/1/2016) mendatang.

"Kita tunggu reaksi Kemendagri RI. Di RAPBD itu terdapat catatan; ada sesuatu yang perlu diperhatikan yang dikatakan 'agak lonjong'.

Yang agak lonjong itu merujuk pada yang tidak kuorum. Ada kekhawatiran saya, RAPBD itu dikembalikan. Saya sendiri masih harus menunggu Kemendagri," jelas Nuryanto kepada Tribun, Minggu (3/1/2016) sore.

Nuryanto mengaku cukup memahami jumlah anggota DPRD Kepri yang tidak mencapai kuorum pada rapat pengesahan RAPBD Kepri 2016 pada akhir Desember 2015 itu.

Dia menilai masalah tersebut terletak pada persoalan waktu liburan hari-hari raya.

"Waktunya mepet sekali di akhir tahun. Ada anggota dewan yang mau berlibur. Karena itu, mereka kurang sepakat kalau RAPBD disahkan kala itu," kata Nuryanto.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved