Aktivis HAM Indonesia Dicekal di Malaysia, Digiring Pulang ke Jakarta
"Sebagai orang asing, saya tak boleh melakukan itu karena merupakan intervensi terhadap urusan dalam negeri Malaysia," tutur Mugiyanto
Namun, polisi di ruangan itu memaksanya memutuskan hubungan telepon.
Ia juga tak diberi kesempatan untuk menghubungi Konsulat Indonesia.
"Mereka bilang, tak akan ada gunanya juga. Ketika saya ngotot, mereka bilang, ini sudah mau boarding.
Lalu saya digiring oleh 10 orang hingga masuk ke pesawat Garuda untuk kembali ke Jakarta," cerita dia.
Kebebasan berekspresi
Maria Chin Abdullah, Ketua Bersih 2.0, yang sedianya tampil bersama Mugiyanto dalam diskusi, tak habis pikir dengan deportasi yang dilakukan aparat Malaysia.
"Ini sebuah skandal. Pelanggaran terang-terangan terhadap kebebasan berekspresi," kata Maria kepada BBC.
"Kami mengutuk keras Pemerintah Malaysia atas tindakan ini, dan menuntut mereka memberikan penjelasan terbuka, mengapa mereka mendeportasi Mugiyanto," kata dia.
Menurut Maria, Mugiyanto akan tetap tampil sebagai pembicara dalam diskusi Semangat Kuning Bersih 2.0 pada Kamis malam, walaupun hanya melalui diskusi jarak jauh dengan Skype.
"Ini untuk menunjukkan bahwa kami tidak tunduk terhadap kesewenang-wenangan," ujar dia.
BBC beberapa kali menghubungi pihak berwenang Malaysi. Namun, panggilan telepon tak pernah diangkat dan hanya masuk ke mesin penjawab otomatis.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mugiyanto-sipin_20160107_232647.jpg)