Dugaan Korupsi RSUD Embung Fatimah

Pemko Batam Belum Terima Surat Penahanan Direktur RSUD dari Mabes Polri

Meski sudah ramai diberitakan Direktur RSUD Embung Fatimah ditahan, Pemko Batam belum menerima surat resmi penahanannya dari Mabes Polri.

Istimewa
Fadilla Ratna Dumilla Mallarangan, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Meski sudah ramai diberitakan di media cetak dan media online, mengenai ditahannya Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah Drg Fadilla RD Malarangan, M. Kes, Pemerintah Kota (Pemko) Batam belum menerima surat resmi penahanannya dari Mabes Polri.

"Sampai saat ini Bapak Walikota belum menerima surat resmi penahanan direktur RSUD Embung Fatimah seperti yang diberitakan di media,"kata Ardhi, Kepala Bagian (Kabag) Humas (Pemko) Batam kepada Tribun Batam, Sabtu (16/1/2016).

Dia juga mengatakan, sampai saat ini Pemko masih menunggu surat resmi penahanan Direktur RSUD.

" Sampai sejauh ini belum ada kepastiannya. Jadi kita belum bisa berkata banyak. Kita juga baru mengetahui kabar tersebut dari media" katanya.

Sementara d itempat terpisah, Humas RSUD Embung Fatimah, Nuraini, yang dihubungi Tribun Batam menuturkan tidak mengetahui secara pasti penahanan pimpinannya tersebut.

"Sampai saat ini, kami juga pegawai dirumah sakit tidak ada yang mengetahui kebenaran berita tersebut. Dari pemerintah juga belum ada kabar," katanya.

Saat ditanya mengenai keberadaan alat pengadaan tahun 2011 seperti yang dituduhkan oleh Mabes Polri, Nuraini mengatakan tidak mengetahui secara spesifik alat yang mana.

"Kalau alatnya apa, saya tidak mengetahui alat yang mana, karena saya juga baru di RSUD," katanya.

Dia juga mengatakan, untuk RSUD sendiri banyak alat-alat kesehatan.

"Jadi kalau ditanya alat yang mana saya tidak tahu. Hari ini juga pegawai libur jadi tidak bisa melihat daftar pembelian alat-alat kesehatan yang mana saja tahun 2011," katanya.

Pantauan Tribun Batam, pelayanan di RSUD berjalan seperti biasanya.

Layanan kesehatan mulai dari IGD dan klinik tetap melanyani pasien yang datang berobat.

Salah satu perawat rumah sakit yang tidak bersedia namanya dikorankan menuturkan mereka kaget membaca berita pimpinan mereka ditahan oleh Mabes Polri.

"Kalau dibilang kaget, kita kaget karena selama ini ibu direktur tidak pernah memiliki masalah. Pelayanan juga di rumah sakit tidak ada kendala semua berjalan lancar. Tetapi kalau mengenai pengadaan memang kita tidak tahu," kata perawat tersebut.

Dia juga mengatakan, mereka masih belum percaya dengan pemberitaan yang beredar di media massa.

"Kami belum sepenuhnya percaya, karena setahu kami ibu direktur kalau Sabtu Minggu dia kuliah ambil S3. Kalau kuliahnya dimana kami tidak tahu,"tutup perawat tersebut. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved