Disperindag Batam Jamin Ketersediaan Beras
Masih aman kok stoknya. Lagian, Bulog kitakan sudah berkomitmen, berapa pun kebutuhannya, mereka siap memaso
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penggerebekan gudang beras ilegal di kawasan Tanjung Sengkuang dijamin tidak akan mempengaruhi stok beras di Batam.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Rudi Sakyakirti mengatakan Bulog sudah menjamin ketersediaan beras medium untuk warga Batam akan terus ada.
"Kalau soal penggerebekannya tidaklah wilayah saya itu. Kami kan hanya kontrol beras yang dari Cipinang Jakarta saja. Masih aman kok stoknya. Lagian, Bulog kitakan sudah berkomitmen, berapa pun kebutuhannya, mereka siap memasok. Bukan cuma beras premium, tapi juga jenis medium yang lebih terjangkau," tuturnya.
Ia pun menyebutkan pada bulan Desember 2015 lalu, bulog memasukan 2.000 ton beras medium. Baru di bulan Januari 2016, bulog kembali mendistribusikan 1.000 ton beras medium.
"Bulog siapkan beras premium dan medium. Beras premium terakhir itu 1.000 ton yang dimasukan mungkin sekarang tinggal 600 ton lagi. Medium totalnya 3.000 ton, paling sampai saat ini baru terpakai 300-an ton, jadi sisa 2.700 ton," tuturnya.
Adapun harga jual beras medium pun sudah diatur oleh bulog agar tidak lebih dari Rp 8.400.
Ia menyatakan dengan Penggerebekan beras ilegal tersebut, tidak akan terlalu mempengaruhi stok maupun harga beras di pasaran yang banyak dikonsumsi masyarakat.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kapal-bawa-beras-ditangkap_20160128_112330.jpg)