Rabu, 6 Mei 2026

Kasus Pembunuhan di Bintan, Japarudin Tikam Dua Kali Dada Alio dengan Pisau

Tanpa menunggu lama, Japarudin mencabut pisau yang diselipkan di celana bagian belakang dengan tangan kanan.

Tayang:
Penulis: Thom Limahekin |
Tribun Batam/Thom
Japarudin bin Daiman dan Miswadi saat memperagakan pembunuhan terhadap Yap Shun Hok alias Alio di Bintan 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Japarudin bin Daiman tersangka pembunuhan terhadap Yap Shun Hok alias Alio di Sei Ladi Tanjungpinang beberapa hari lalu, menjalani rekonstruksi yang digelar Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resort (Polres) Tanjungpinang, Rabu (10/2/2016) siang.

Pada rekontruksi tersebut, Japarudin memperagakan 50 adegan.

Japarudin tampak begitu tenang saat melakoni seluruh adegan tersebut. Dia tampak tidak menyesali perbuatannya sendiri.

Bahkan dalam beberapa adegan, pria yang menjabat Ketua RW setempat itu sempat tersenyum menanggapi beberapa lelucon yang muncul dalam adegan rekonstruksi itu.

Adegan rekonstruksi diawali dengan kedatangan Japarudin dan Miswadi. Keduannya menggunakan mobil Avanza berwarna perak dengan nomor polisi BP 1000 YT. Japarudin mengemudi mobil tersebut sementara Miswadi duduk di sampingnya.

Mobil tersebut kemudian diparkirkan di dalam semak belukar, sekitar 30 meter dari jalan menuju pelabuhan Sei Ladi. Japarudin mengambil pisau yang dibungkus dengan map merap.

Dia dan Miswadi keluar dari mobil lalu menyusuri jalan setapak menuju rumah Alio yang terletak di tengah hutan.

Ketika berada di halaman rumah Alio, Miswadi tampak hanya berdiri agak jauh dari pintu rumah.

Sementara Japarudin seorang diri terlihat berjalan menuju pintu rumah yang terbuat dari plat baja. Dialog antara Japarudin dan Alio pun terjadi saat itu.

"Alio, alio," panggil Japaruddin.

Tiba-tiba terdengar suara sahutan dari dalam rumah, "Siapa?".

Japarudin pun menjawab, "Aku, Pak RW". Alio lalu bertanya lagi, "Ada apa?"

Serentak Japarudin kemudian mengatakan maksud kedatangannya. "Ini surat tanah yang kau sibukkan semalam itu".

Setelah terjadi dialog singkat itu, Alio pun membuka pintu rumahnya. Namun, menurut Japarudin, Alio lalu langsung membungkuk dan menundukkan kepala di hadapannya. "Di mana surat tanahnya," tanya Alio.

Tanpa menunggu lama, Japarudin mencabut pisau yang diselipkan di celana bagian belakang dengan tangan kanan.

Dia menghunuskan pisau lalu menusukkannya ke dada Alio sambil tangan kirinya menutup mulut korban.

Tak puas dengan itu, Japarudin menusukkan pisau untuk ke dua kalinya ke dada Alio seraya membaringkan tubuh pria yang ditusuknya tersebut. Sesaat kemudian dia mengangkat tubuh Alio.

Setelah memastikan Alio tak bergerak lagi, Japarudin kemudian memanggil Miswadi. "Bro, bro," teriak Japarudin.

Tanpa menunggu lama, Miswadi pun berjalan menuju pintu rumah. Dia masuk ke dalam rumah dan membantu Japarudin mengangkat jenazah Alio ke luar rumah.

Di depan pintu utama rumah tersebut, keduanya membungkus jenazah Alio dengan tikar yang diambil dari dalam rumah tersebut. Setelah itu, keduanya menaikkan jenazah tersebut ke atas kayu-kayu palang yang dijadikan tangga. Mereka lalu memikul jenazah Alio menuju mobil.

Mereka menaikkan jenazah itu lewat pintu belakang mobil. Setelah memastikan jenazah berada di dalam mobil, Japarudin dan Miswadi kemudian naik kembali ke dalam mobil.

Mereka melaju dengan mobil yang membawa jenazah itu ke arah pelabuhan Sei Ladi yang berjarak sekitar 1 kilometer dari lokasi mobil berada. Dan akhirnya membuang jenazah Alio di Jembatan II pada jalan Lintas Barat menuju Tanjunguban. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved