Tambang Galian B dan C Sumbang PAD Terbesar di Karimun. Bakti Lubis: Urutan Kedua Setelah Batam
Bahkan pencapaian ini, mendongkrak posisi Karimun ke peringkat dua sebagai daerah dengan PAD terbesar di Provinsi Kepri, setelah Kota Batam.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Wakil Ketua DPRD Karimun, Bakti Lubis SH mengatakan, sejak diberlakukannya otonomi daerah beberapa tahun lalu, Kabupaten Karimun terus mengalami peningkatan secara signifikan dari segi pendapatan asli daerah (PAD).
Pada lima tahun lalu, PAD Karimun sekitar Rp 170 miliar, namun pada tahun akhir tahun 2015, Karimun berhasil mencetak PAD sebesar Rp 400 miliar.
Bahkan pencapaian ini, mendongkrak posisi Karimun ke peringkat dua sebagai daerah dengan PAD terbesar di Provinsi Kepri, setelah Kota Batam.
"Daerah kita sudah banyak kemajuan, dari sisi pendapatan asli daerah atau PAD, jika lima tahun lalu hanya sekitar Rp 170 miliar, sekarang PAD Karimun sudah mencapai Rp 400 miliar. Kita kedua terbesar kedua setelah Batam yang sumber PAD-nya banyak sekali," kata Bakti Lubis SH.
Penyumbang PAD terbesar di Karimun masih berasal dari pajak tambang galian B dan C seperti granit dan timah.
Di Karimun saat ini sedikitnya ada tujuh perusahaan tambang granit. Diantaranya PT Karimun Granite (KG), PT Wira Penta Kencana (WPK), PT Tri Megah Perkasa Utama (TMPU), PT Kawasan Dinamika Harmonitama (KDH) dan PT Pacific Granitama (PG).(*)