Dugaan Korupsi RSUD Embung Fatimah

Alamat Rekanan Tidak Jelas, Kejaksaan Negeri Batam Kesulitan Melakukan Pemeriksaan

Alamatnya tidak jelas, bagaimana kita mau panggil untuk diperiksa, katanya

Alamat Rekanan Tidak Jelas, Kejaksaan Negeri Batam Kesulitan Melakukan Pemeriksaan
panpages
Kantor Kejaksaan Negeri Batam 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Lima perusahaan rekanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Embung Fatimah, sampai kini belum bisa diperiksa Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam.

Belum berjalannya pemeriksaan rekanan terkait dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) yang merugikan negara Rp5.604.815.696 itu, karena alamatnya tidak diketahui.

Sejumlah surat panggilan yang sudah dilayangkan pun tidak sampai.

Sementara saksi ahli yang sudah diperiksa baru satu orang

"Alamatnya tidak jelas, bagaimana kita mau panggil untuk diperiksa.

Sementara saksi ahli baru satu kita mintai keterangan. Masih perlu satu saksi ahli lagi untuk menguatkan adanya dugaan korupsi pengadaan Alkes RSUD Embung Fatimah," katanya.

Iqbal menyebutkan saat ini pihaknya masih melakukan evaluasi terhadap pemeriksaan yang sudah dilakukan jaksa.

Dari evaluasi tersebut, baru diketahui apakah masih perlu saksi lagi yang diperiksa, termasuk lima perusahaan rekanan RSUD Embung Fatimah yang masih dicari.

Iqbal mengatakan perusahaan tersebut berada di luar Batam dan keterangan perusahaan itu sangat dibutuhkan untuk mengetahui dugaan korupsi pengadaan Alkes RSUD Embung Fatimah.(*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved