Nelayan Tradisional di Kijang Bintan Demo Menuntut BBM Subsidi dan Bantuan Alat Tangkap
Sejumlah nelayan Kijang, di Barek Motor, Bintan Timur mendatangi Pos Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan, Selasa (15/3/2016).
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Sejumlah nelayan Kijang, di Barek Motor, Bintan Timur mendatangi Pos Dinas Perhubungan (Dishub) Bintan, Selasa (15/3/2016).
Para nelayan menuntut agar pemerintah mempermudah mereka mendapatkan subsidi bahan bakar minyak (BBM).
Selain BBM, mereka memintah kemudahan mendapatkan peralatan tangkap melaut.
"Kami meminta, kartu kendali nelayan yang berlaku 1 tahun sekali itu, serta mudahkan nelayan kecil seperti kami untuk bisa mendapatkan BBM bersubsidi,"kata Arifin, seorang nelayan.
Selain itu, sambung Arifin, nelayan juga meminta pemerintah untuk menghilangkan surat izin bunker pengmbilan BBM dan memberikan modal usaha untuk nelayan kecil.
"Kami butuh sekali modal untuk bisa mendapatkan alat tangkap ikan, bubu, jaring, serta bikinkanlah pasar pelelangan buat hasil tangkapan,"kata Arifin.
Tempat pelelangan, katanya, sangat penting bagi nelayan kecil dengan modal minim.
Dengan adanya fasilitas tersebut, nelayan bisa memasarkan hasil tangkapan mereka dengan harga lebih kompetitif.
Nelayan juga bisa terlepas dari persaingan tak seimbang dengan pemodal besar.
Arifin melihat, pemodal besar selalu menekan para nelayan kecil.
"Harapan kami, Pemda menindak tegas pengusaha yang menekan nelayan kecil,"kata Arifin. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/sejumlah-nelayan-kijang-bintan-demonstrasi_20160315_151639.jpg)