Rabu, 8 April 2026

Curi Materi Propaganda, Mahasiswa Amerika Divonis 15 Tahun Kerja Paksa di Korea Utara

Otto Warmbier, yang ditahan pada awal Januari lalu, mengakui telah mencuri sebuah spanduk politik dari sebuah area khusus karyawan di sebuah hotel tem

Curi Materi Propaganda, Mahasiswa Amerika Divonis 15 Tahun Kerja Paksa di Korea Utara - otto-warmbier-21-mahasiswa-as-yang-ditangkap-di-korea-utara-menjalani-persidangan_20160317_093227.jpg
Istimewa
Otto Warmbier (21), mahasiswa AS yang ditangkap di Korea Utara menjalani persidangan
Curi Materi Propaganda, Mahasiswa Amerika Divonis 15 Tahun Kerja Paksa di Korea Utara - otto-warmbier-21-mahasiswa-as-yang-ditangkap-di-korea-utara-menjalani-persidangan-2_20160317_093615.jpg
Istimewa
Otto Warmbier (21), mahasiswa AS yang ditangkap di Korea Utara menjalani persidangan
Curi Materi Propaganda, Mahasiswa Amerika Divonis 15 Tahun Kerja Paksa di Korea Utara - otto-warmbier-21-mahasiswa-as-yang-ditangkap-di-korea-utara-menjalani-persidangan3_20160317_093255.jpg
Istimewa
Otto Warmbier (21), mahasiswa AS yang ditangkap di Korea Utara menjalani persidangan

BATAM.TRIBUNNEWS.COM - Rabu(16/3/2016), Pemerintah Korea Utara, Rabu (16/3/2016), menjatuhkan hukuman 15 tahun untuk kerja paksa bagi seorang mahasiswa AS yang mencuri materi propaganda negara di sebuah hotel.

Kantor berita Xinhua mengabarkan, hukuman itu dijatuhkan untuk Otto Wambier (21), mahasiswa Universitas Virginia, oleh Mahkamah Agung Korea Utara.

Sejauh ini, belum diperoleh konfirmasi terkait vonis ini dari media pemerintah Korea Utara.

Otto Warmbier, yang ditahan pada awal Januari lalu, mengakui telah mencuri sebuah spanduk politik dari sebuah area khusus karyawan di sebuah hotel tempatnya menginap di Pyongyang.

Penahanan Warmbier terjadi di masa-masa sensitif, ketika AS mengambil peran penting untuk memastikan sanksi internasional yang lebih berat untuk Korea Utara terkait uji coba nuklir pada 6 Januari dan peluncuran misil balistik sebulan kemudian.

Warmbier memasuki Korea Utara sebagai bagian dari kunjungan wisata Tahun Baru yang dikelola perusahaan tur Young Pioner Tours yang berbasis di China.

Dia ditahan ketika kelompok wisata itu sedang bersiap untuk kembali ke Beijing pada 2 Januari lalu.

Akibat AS tak memiliki hubungan diplomatik dengan Korea Utara, maka upaya untuk membantu Warmbier dilakukan kedutaan besaar Swedia. (*/dailymail)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved