Penemuan Mayat Diduga Pejabat Pertamina

Pasca Banding, Terpidana Pembunuhan Pejabat Pertamina Batam Tetap Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup

Pengadilan Tinggi (PT) Riau menguatkan putusan PN Batam atas putusan seumur hidup terhadap terdakwa Yufrizaldi (23) dan Irma Rahma (20).

Pasca Banding, Terpidana Pembunuhan Pejabat Pertamina Batam Tetap Dijatuhi Hukuman Seumur Hidup
tribunnews batam/zabur a
Yufrizaldi alias Rizal dan Irma Rahma alias Irma, terdakwa pelaku pembunuhan Edy Juanda, Supervisor Bidang Penerimaan Penimbunan dan Penyaluran BBM PT Pertamina Trans Kontinental Kabil, meminta keringan hukuman kepada Majelis Hakim dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Batam, Kamis (3/12/2015). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM,BATAM- Pengadilan Tinggi (PT) Riau menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Batam atas putusan seumur hidup terhadap terdakwa Yufrizaldi (23) dan Irma Rahma (20), dalam perkara pembunuhan Tengku Edy Juanda, supervisor bidang penerimaan penimbunan dan penyaluran BBM PT Pertamina Trans Kontinental Kabil ini.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bani Imanuel Ginting mengatakan sudah menerima salinan putusan banding dari PT Riau atas terdakwa Yufrizaldi dan Irma Rahma terdakwa pembunuhan Tengku Edy Juanda.

Dalam surat pemberitahuan putusan banding PT Riau itu bernomor 16/PID.B/2016/PT.PBR, serta nomor 668/PID.B/2015/PN.BTM menyatakan menerima permintaan atas pengajuan upaya hukum banding dari para terdakwa.

Selanjutnya menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Batam Nomor 668/PIB.B/2015/PN.BTM tanggal 10 Desember 2015.

"Dengan putusan banding PT Riau, kedua terdakwa tetap ditahan dengan pidana penjara seumur hidup," kata Jaksa Bani, Selasa (22/3/2016).

Sementara, Ely Suwita selaku Penasihat Hukum (PH) kedua terdakwa, mengaku sudah menerima salinan putusan Banding PT Riau.

"Kami tetap hormati kekuatan hukum dari putusan PT Riau," katanya.

Sebelumnya, Budiman Sitorus Pimpinan Majelis Hakim menjatuhkan pidana penjara seumur hidup kepada kedua terdakwa dalam persidangan di Pengadilan Negeri Batam, Kamis (10/12/2015).

Kedua terdakwa secara sadis membunuh Edy Juanda, berdasar bekas luka di tubuh korban yang mulut dan hidungnya dibekap hingga kehabisan napas.

"Tindakan yang dilakukan kedua terdakwa tidak manusiawi dan mengguncang kedamaian rumah tangga korban. Selain itu mengganggu dan mengancam rasa keamanan masyarakat," kata Majelis Hakim saat itu.

Perbuatan kedua terdakwa sama sekali tidak memiliki hal yang meringankan hukuman, padahal dalam nota pembelaan mereka, kuasa hukum sudah meminta keringanan kepada hakim.

Sedangkan dalam tuntutan JPU, terdakwa Yufrizaldi dan Irma Rahma, dituntut dengan hukuman mati, Selasa (1/9/2015) lalu.

Tuntutan ini, disampaikan oleh JPU Johanes Mandowali pada persidangan pembacaan dakwaan di depan majelis hakim yang dipimpin Budiman Sitorus.(*)

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved