Minggu, 12 April 2026

Inilah Delapan Pelaku Pembobol ATM di Batam. Modusnya Gunakan Lidi Korek Api di ATM

Dari enam pelaku, dua diantaranya adalah perempuan

Editor: Mairi Nandarson
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DA NUGROHO
Polisi menunjukkan barang bukti dan pelaku jaringan penipuan call center ATM di Mapolresta Barelang, Batam, Rabu (30/3). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Satreskrim Polresta Barelang menangkap delapan sindikat pelaku penipuan dan pembobolan ATM yang sering melakukan aksinya di wilayah kota Batam.

Dari enam pelaku, dua di antaranya adalah perempuan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Yoga Buanadipta Ilafi dalam espose, Rabu (30/3/2016) di Polresta Barelang mengatakan, enam pelaku tersebut bernama Amroni, Eko Yusmarang, Husmaidi Afriansyah, Bambang Irawan, Yopi, Verani, Yuana dan Amir.

"Sebelum kejadian sudah ada enam orang yang membuat laporan ke Polisi. Dari sana kita memulai menangkap para pelaku," sebutnya.

Setelah mendapatkan laporan ini, polisi mencari tahu bagaimana aksi pelaku ini mengelabui para korbanya.

Diketahui, ternyata para pelaku memasukan lidi korek api di mesin ATM tepatnya di lubang tempat memasukan kartu sehingga jika orang memasukan kartunya menyangkut.

Saat itulah, para pelaku ini berpura-pura membantu untuk mengeluarkan ATM yang tersangkut.

Ia mencabut kayu korek api dan mengeluarkan ATM tersebut. Kemudian menyerahkan ATM palsu kepada para korban.

"Setelah ATM itu keluar, para pelaku ini menyerahkan ATM palsu. Seolah-olah dia sebagai penolong. Padahal yang diberikan itu bukan ATM dia," sambungnya.

Usai memberikan ATM, pelaku ini langsung kabur dengan membawa kartu ATM yang asli.

Sementara ada gerombolan lainya yang menunguu diluar dan melihat gerak gerik jari korban untuk menekan PIN ATM.

"Ada orang lain yang melihatnya, setelah tahu no PIN, dia menginfokan ketemanya yang lain," kata Yoga.

Para pelaku ini berkasi diperkirakan semenjak tahun 2015 lalu. Sebab sudah banyak yang menjadi korban kasus ini.

Dalam penangkapan tersebut, setidaknya polisi mengamankan uang tunai senilai Rp60 juta dan puluhan kartu ATM.

"Diperkirakan dia sudah menguras ratusan juta direkening para korbanya," katanya.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved