Disergap Kelompok Abu Sayyaf Dari Atas, 18 Pasukan Elite Filipina Tewas
Lima puluh pasukan elite Filipina terluka, sementara 18 orang lainnya dinyatakan tewas usai terlibat baku tembak dengan kelompok Abu Sayyaf.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, FILIPINA - Lima puluh pasukan elite Filipina terluka, sementara 18 orang lainnya dinyatakan tewas usai terlibat baku tembak dengan kelompok Abu Sayyaf.
Mereka terhimpun dalam batalion infanteri ke-44, pasukan infanteri 14 dan batalion pasukan khusus ke-4.
Batalion pasukan khusus ke-4 kerap menggelar operasi kontra-terorisme di dalam negeri, khususnya wilayah Filipina Selatan.
Batalion ini merupakan bagian resimen khusus airborne yang berdiri sejak 1960 silam.
Mereka juga pernah meladeni serangan Moro Islamic Liberation Front (MILF) dan Moro National Liberation Front (MNLF), termasuk operasi militer menangkap kelompok Abu Sayyaf, jamaah islamiyah dan Al Qaeda di Mindanao.
Tidak kalah mentereng, batalion infanteri 44 termasuk bagian dari divisi infanteri Filipina.
Mereka berada di wilayah Zamboanga City, dekat Provinsi Basilan yang merupakan benteng pertahanan kelompok Abu Sayyaf.
"Pasukan gabungan Basulan menggelar operasi militer di Provinsi Basilan dan melakukan kontak dengan 120 orang pasukan Abu Sayyaf di bawah pimpinan Hapilon dan Furuji Indama," kata juru bicara militer Mayor Filemon Tan seperti dikutip Kantor Berita AP.
Menurut Kolonel Benedict Manquiquis, banyak korban terjadi karena mereka disergap saat berada di wilayah rendah.
Sementara di kelompok Abu Sayyaf lebih beruntung lantaran berada di posisi yang lebih tinggi.
"Musuh berada dalam posisi yang lebih tinggi. Jadi di mana pun tentara kami mencari perlindungan, mereka masih bisa terkena senjata berat dan peledak dari kelompok Abu Sayyaf," kata dia.
Menteri Pertahanan Voltaire Gazmin dan Kepala Militer Filipina Jenderal Hernando Iriberri langsung menuju markas komando di Zamboanga City.
Keduanya juga menjenguk pasukan elite yang luka dan dirawat di rumah sakit. Iberri pun memberi medali penghargaan kepada tentara yang dirawat.
"Operasi Militer akan terus berlanjut dan mereka harus bertanggung jawab atas kejahatan mereka," ujar Iriberri.
Angkatan bersenjata Filipina terlibat baku tembak selama sepuluh jam di perbatasan Kota Tipo-Tipo dan Al-Barka di Pulau Basilan melawan pasukan kelompok Abu Sayyaf, Sabtu (9/4/2016) kemarin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kelompok-abu-sayyaf_20160411_092322.jpg)