Sabtu, 11 April 2026

Dekan Fakultas Ekonomi UMRAH: Batam Harus Mampu Menyaingi Singapura

Ia juga memandang, pimpinan BP Batam harus 'genjot' sektor ekonomi di Kota Industri,sehingga Batam bisa menjadi 'gerbang' perekonomian di Indonesia.

DroneFotografi/Indra Johanes
Gedung BP Batam dari udara 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Para pimpinan di BP Batam yang baru diharapkan bisa mengembalikan 'Roh' institusi tersebut, seperti saat dipimpin BJ Habibie yang ketika itu bernama Otorita Batam.

Dengan kata lain, para pemimpin tersebut harus bisa membuat kota Batam bisa menyaingi Singapura.

Hal tersebut diungkapkan oleh Henry Eryanto, Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang saat ditemui Tribun Batam, Selasa (12/4/2016) siang.

Ia juga memandang, pimpinan BP Batam harus 'genjot' sektor ekonomi di Kota Industri,sehingga Batam bisa menjadi 'gerbang' perekonomian di Indonesia.

"Tentunya dengan hal tersebut diwujudkan dengan menjalankan tata kelola yang baik di BP Batam," jelasnya.

Dimulai dengan menginventarisasi persoalan BP Batam selama ini. Terutama persoalan dualisme kepemimpinan di Kota Batam, yang diindikasikan sebagai faktor penghambat laju pembangunan dan perkembangan ekonomi.

Beda saat zaman BJ Habibie. Menurutnya, kala itu, Otorita Batam memiliki otoritas full mengelola Batam.

Oleh karena itu, dengan kondisi saat ini harus jelas pemilah antara mana yang menjadi wewenang BP Batam dan mana yang menjadi kewenangan Pemko Batam.

"Jika tidak pergantian kepemimpinan tidak akan membawa arti apa-apa, tidak membawa perubahan," katanya.

Selanjutnya, Henry mengatakan, BP Batam harus kembali menginventarisasi aset yang dimiliki. Kemudian barulah melakukan optimalisasi fungsi aset yang ada dengan tata kelola yang baik.

"Karena saat ini perjalanan BP Batam saya lihat tidak sesuai dengan misi pembentukan, yaitu menyaingi Singapura. Jadi saya kira pimpinan baru harus mereposisi seperti fungsi dan peran sebelumnya," katanya.

Untuk menyaingi Singapura, BP Batam harus mampu menarik investor. Hal tersebut tentu harus dibarengi dengan penyediaan infrastruktur dan fasilitas yang memadai. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved