Breaking News:

Istri Mendiang HM Sani Berdesakan di Bus. Anggota Dewan Pertanyakan Tugas Humas-Protokoler Pemprov

Mengapa Ibu Aisyah Sani, istri mendiang HM Sani terlihat berdesak-desakan naik di bus umum

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Mairi Nandarson
tribunnews batam/thomm
ilustrasi. Rapat paripurna DPRD Kepri, Senin (28/3/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Bagian Protokol pada Biro Humas dan Protokol Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepri jadi sorotan dalam rapat peripurna istimewa di Kantor DPRD Kepri, Pulau Dompak Tanjungpinang, Senin (18/4/2016) pagi.

Rapat paripurna digelar dengan agenda pemberitahuan mengenai pemberhentian Gubernur Kepri HM Sani karena berhalangan tetap.

Sorotan tersebut disampaikan pertama kali oleh anggota DPRD Kepri dari daerah pemilihan (Dapil) Tanjungpinang, Rudy Chua.

Rudy langsung meminta waktu kepada Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak yang memimpin rapat paripurna untuk menyampaikan keluhan tokoh masyarakat atas ketidakberesan kinerja Bagian Protokol pada Biro Humas dan Protokol Pemprov Kepri itu.

"Semalam saya ditelepon seorang tokoh masyarakat di Kepri. Dia bertanya kepada saya, apakah Gubernur Kepri HM Sani itu sudah diberhentikan karena berhalangan tetap atau belum. Saya jawab belum ada pemberhentian Gubernur Kepri. Dia lalu pertanyakan, mengapa Ibu Aisyah Sani, istri mendiang HM Sani terlihat berdesak-desakan naik di bus umum saat di bandara udara (Bandara). Mengapa kepergiannya tidak diakomodir bagian Protokol," kata Rudy yang menjadi kader Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) itu.

Pernyataan Rudy itu langsung ditanggapi Jumaga dari Partai Demokrasi Indosia (PDI) Perjuangan.

Ketua DPRD Kepri itu mengakui pemberitahuan itu merupakan usulan bagus bagi Biro Humas dan Protokol Pemprov Kepri agar bisa memberikan pembinaan kepada anggotanya.

"Interupsi ketua. Saya kira, ini bukan persoalan Biro Humas dan Protokol Pemprov Kepri, melainkan permasalahan pemerintahan. Saya minta hal itu harus diperhatikan secara serius," kata Anggota DPRD Kepri dari Partai Golongan Karya (Golkar), Taba Iskandar.

"Saya minta supaya Kepala Bagian (Kabag) Protokol dicopot. Karena dia tidak menjalankan tugas dan fungsinya sebagai pejabat pemerintah," timpal Ruslan Casbulatov, kader PDI Perjuangan yang sambut dengan tepuk tangan para pendukung Sani yang hadir dalam rapat paripurna ini.(*)

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM dan BINTAN NEWS edisi Selasa, 19 April 2016

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved