Mogok Kerja di Kuwait Bantu Dorong Kenaikan Minyak Dunia
Menurut para analis, pemogokan yang mengakibatkan pengurangan lebih dari 60 persen dari produksi minyak Kuwait telah membantu mendukung pasar minyak.
Sebagai akibatnya, eksportir-eksportir utama mulai dari Nigeria hingga Venezuela dan Kanada, serta termasuk Arab Saudi, telah menderita kerugian miliaran dolar dari pendapatan yang hilang karena harga telah jatuh.
"Pertemuan yang banyak ditunggu memamerkan keretakan politik antara Arab Saudi dan Iran, dan (ini) akhirnya menggagalkan sebuah kesepakatan," kata analis minyak Barclays, Miswin Mahesh dalam sebuah catatan penelitian.
Iran - yang baru saja kembali ke pasar minyak dunia setelah pencabutan sanksi terkait program nuklir oleh Amerika Serikat dan negara-negara besar lainnya pada Januari - telah mengesampingkan pembatasan produksinya sendiri dan mengatakan ingin meningkatkan produksi ke tingkat pra-sanksi.
"Walaupun ada sejumlah faktor yang mungkin menahan pasokan minyak dalam jangka pendek - termasuk pemogokan di Kuwait dan gempa bumi di Ekuador - masalah utama OPEC adalah hubungan antara Arab Saudi dan Iran dan masalah ini tidak akan pergi," Rebecca O'Keeffe, kepala investasi di broker online Interactif Investor, mengatakan kepada AFP.
"Memang, Arab Saudi bisa bergerak untuk meningkatkan pasokan dalam menanggapi produksi Iran yang lebih tinggi dalam upaya untuk mempertahankan pangsa pasar mereka," katanya.
"Kebuntuan ini bisa melihat depresi jangka menengah berkelanjutan dalam harga minyak." (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-ekploitasi-minyak_20151212_090131.jpg)