Kamis, 30 April 2026

SIMAK PENGAKUANNYA. Leluasanya Para Porter Mencuri Barang Penumpang Pesawat

Polisi tidak melanjutkan proses hukum karena tidak ada laporan kehilangan dari korban

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
Istimewa
aksi pencurian bagasi penumpang yang terekam CCTV Bandara 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BALIKPAPAN -  Sejumlah porter di Bandara Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan, Kalimantan Timur, mengaku pernah mencuri barang-barang milik penumpang.

Mereka memanfaatkan kelengahan petugas pengawas dan keamanan untuk mengambil barang-barang dalam tas korban.

AN (27), misalnya, telah bekerja sembilan bulan sebagai tukang angkat bagasi penumpang untuk salah satu maskapai penerbangan di bandara tersebut.

Warga Kampung Baru ini mengakui pernah mengambil rokok hingga ponsel Apple iPhone 6s dari tas-tas penumpang yang ditatanya dalam perut pesawat.

AN mengisahkan bagaimana itu begitu leluasa memungut barang-barang tersebut. Ia bisa bebas bergerak dalam kabin bagasi itu saat menata barang, meski bekerja sambil jalan membungkuk dalam bagasi.

Selagi pengawas lengah, AN menyempatkan memilih tas tanpa gembok dan kunci, membukanya, lantas mengambil barang dari dalam tas.

Di salah satu jadwal penerbangan ke Jakarta, AN mendapatkan ponsel dari salah satu tas penumpang.

"Untuk dipakai sendiri," kata AN di kantor Polsek Bandara Balikpapan, Kamis (5/5/2016).

Demikian pula dengan HS (25), warga Kampung Baru, sesama porter rekan kerja AN.

HS mengaku pernah mendapat iPhone 4 di salah satu tas penumpang. Caranya sama, ia beraksi selagi menata bagasi dalam perut pesawat. Ia memilih tas yang tidak terkunci atau digembok.

"Coba-coba saja, ternyata berhasil. Saya lihat ada kesempatan baik, ya saya ambil," kata HS.

Di maskapai tempat AN dan HS bekerja, satu pesawat dilayani enam porter. Mereka bertugas mengangkat bagasi penumpang ke dalam sebelum pesawat terbang atau turun dari bagasi setelah pesawat mendarat.

"Tiga orang bekerja dalam kompartemen (bagasi), tiga menunggu di bawah (bekerja di mobil pengangkut bagasi), dan satu leader," kata Sy (21), koordinator porter di mana AN dan HS bekerja.

Sy mengakui bahwa siapa pun punya kesempatan selagi berada dalam ruang bagasi penumpang.

Hanya mereka bertiga yang bekerja dalam kompartemen itu.

Di sana tidak ada CCTV seperti di ruang penerimaan barang di terminal bandara.

Pengawas pun dinilai kerap lengah. Maka itu, tak heran bila ada porter nakal dengan niat jahat bisa leluasa melakukan aksi apa saja di bagasi.

Beberapa di antaranya, kata Sy, ia menemui AN dan HS mendapat handphone dari bagasi.

"Saya minta mereka untuk mengembalikan handphone itu. Tapi sudah telanjur, bagasi telah ditata, pesawat siap berangkat," kata Sy.

Aksi ini terus berulang. Sebagai koordinator tim porter, Sy kerap menemui kejadian serupa.

"Tidak sekali. Kita ketemu beberapa kali. Kejadian saat tidak ada pengawas," kata Sy.

Selain AN dan HS, dua temannya melarikan diri.

Perbuatan mereka terungkap setelah petugas keamanan maskapai tersebut mendapati indikasi adanya porter nakal.

Kepala Keamanan Lion Air di SAMS Sepinggan Muhammad Natser mengatakan, mereka telah menempatkan pengawas di kegiatan bongkar muat bagasi.

Para porter itu cukup "licin" dan sulit mendapatkan pelaku bersamaan dengan barang buktinya.

Kesulitan bertambah karena nyaris tidak ada pengaduan dari para penumpang.

"Tiap kali kami melihat ada indikasi (pengutilan), kami ganti porter. Yang tertangkap ini porter lama. Sekarang ini yang baru," kata Natser.

Penyelidikan tak berhenti meskipun tim porter telah diganti. Natser mengatakan, pihaknya melibatkan Kepolisian Sektor Bandara untuk menyelidiki kasus ini.

Indikasi adanya pencurian terus diselidiki.

"Kita selidiki terus bersama melibatkan polisi. Tertangkaplah mereka ini. Mereka ini kami tangkap di rumah.

Kita ungkap sebelum ada keluhan dari penumpang," kata Natser.

Hingga kini, AN dan teman-temannya menjalani wajib lapor setiap hari ke Polsek Bandara Sepinggan.

Polisi menunda melanjutkan proses hukum bagi ketiganya karena tidak ada laporan kehilangan dari korban.

Polisi menanti sambil berharap penumpang yang merasa kehilangan handpone atau barang lainnya segera mengadu.

Pencurian bagasi penumpang di Bandara Sepinggan bukan kali pertama terjadi dan tidak hanya pada satu maskapai.

Pada akhir Desember 2014, sembilan porter dibekuk petugas keamanan bandara karena kedapatan mengutil barang milik penumpang.

Penangkapan itu terjadi setelah muncul banyak keluhan dari penumpang.(*)

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved