Kamis, 30 April 2026

TABRAKAN KERETA API

Endang Selamat Meski 10 Jam Terjepit saat Tabrakan Kereta, Sempat Telepon Keluarga

Selama 10 jam, ia terjepit di antara korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Tayang:
Tribunnews.com/HERUDIN
EVAKUASI KORBAN - Konidisi kereta yang bertabrakan antara KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi di Stasiun Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). 

TRIBUNBATAM.id - Endang Kuswati (40) berjuang antara hidup dan mati. Selama 10 jam, ia terjepit di antara korban kecelakaan kereta KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4/2026) malam.

Posisi Endang terdeteksi dari hasil jepretan kamera dari seorang fotografer di lokasi.

Insiden tabrakan melibatkan dua kereta yakni KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek.

Kondisi Endang ini diceritakan oleh Iqbal, sepupu Endang.

Iqbal mengungkapkan sekitar satu jam setelah insiden, Endang yang dalam kondisi terluka masih sempat menggunakan sisa tenaganya untuk menelepon keluarga sambil menangis dan meminta pertolongan.

"Iya jadi dia (Endang) waktu awal masih sempet buka handphone, ngabarin keluarga. Dia sampaikan bahwa dia ada di dalam kereta yang kecelakaan, terus nangis sambil telepon minta tolong supaya diselamatkan," ungkap Iqbal saat ditemui Kompas.com di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi, Selasa (28/4/2026).

Saat itu, Endang baru saja pulang bekerja dari kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat, menuju rumahnya di Cibitung.

Mendengar kondisi Endang yang memprihatinkan, keluarga langsung bergegas menuju lokasi kejadian di Stasiun Bekasi Timur.

Namun setibanya di lokasi, mereka kesulitan mendapatkan informasi mengenai keberadaan korban.

"Dia itu korban baru mengabari kita ya sekitar jam 10 malam. Dia menelepon ke kerabat kita di daerah Bekasi. Dia telepon kalau misalkan dia itu jadi salah satu korban yang ada di kereta tersebut," kata Iqbal.

Mendengar suara Endang yang meminta tolong di tengah situasi hidup dan mati, pihak keluarga mengaku sempat panik dan langsung bergegas memacu kendaraan menuju Stasiun Bekasi Timur.

Namun, setibanya di lokasi, keluarga sempat dihadapkan pada kebingungan dan minimnya informasi.

"Dari jam segitu tuh kita langsung menuju ke stasiun ya, karena kita dari Jakarta untuk memastikan korban itu ada datanya. Cuman dari jam 22.00 WIB malam itu sampai jam 02.00 WIB malam itu kita masih belum dapat kabar apakah korban ada di rumah sakit ataupun ada masih di dalam," ucapnya.

Suami berikan dukungan

Pihak keluarga baru mendapatkan informasi keberadaan Endang pada pukul 02.00 WIB dini hari melalui hasil jepretan kamera dari seorang fotografer di lokasi.

Endang ternyata masih terjepit di bagian paling belakang gerbong 10 yang merupakan gerbong khusus wanita.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved