Bayi Sumbing Ditelantarkan

Mengapa Orangtua Tega Menelantarkan Bayi Mereka?

Kasus penelantaran bayi baru lahir oleh ibunya sendiri dan kini dirawat di RSBP, Sekupang, Batam, ikut disoroti anggota DPRD Batam, Mulia Rindo Purba.

tribunnews batam/istimewa
Harian Tribun Batam edisi Rabu (18/5/2016). 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM-‎ Kasus penelantaran bayi baru lahir oleh ibunya sendiri dan kini dirawat di RSBP, Sekupang, Batam, ikut disoroti anggota DPRD Kota Batam, Mulia Rindo Purba.

Pernah ikut membantu dalam kasus serupa, anggota Komisi II itu menyatakan persoalan penelantaran bayi-bayi baru lahir cukup kompleks.

Baca: Umi Kabur Tinggalkan Bayi Sumbingnya yang Baru Berusia Satu Bulan

Berbagai alasan pun menjadi motivasi para orangtua sehingga tega meninggalkan bayinya usai melahirkan.

Mulai dari ketiadaan uang untuk membayar biaya persalinan, hingga penolakan terhadap kondisi bayi yang baru dilahirkan.

Namun demikian, pemerintah sendiri tidak mampu melarang setiap individu untuk melahirkan anak.

"Kompleks masalahnya, sementara punya anak inikan kebebasan setiap orang. Tapi banyak juga persoalan, perempuan-perempuan ini punya anak saat usia yang tidak tepat. Didorong lagi indeks kualitas manusia kita masih rendah," ujar Mulia Rindo purba kepada Tribun Batam.

‎Indeks kualitas masih rendah, dapat dilihat dari sisi pendidikan, pendapatan, serta kesehatan masyarakat Indonesia yang masih di bawah.

Menurut dia, di sinilah peran pemerintah harus hadir untuk memberikan edukasi-edukasi kepada masyarakat.

"Sifatnya harus lebih diperbanyak edukasi atau penyuluhan-penyuluhan. Anak usia produktif itu berapa tahun, yang siap untuk menikah berapa tahun, peran ketika sudah menjadi orangtua seperti apa. Supaya ketika memiliki anak, sudah benar-benar siap. Baik secara ekonomi maupun mentalnya," tutur dia.

Selain itu, menurut Mulia Rindo Purba, dari sisi keagamaan juga penting.

"Meninggalkan anak itukan dosa, jadi ada juga lapisan dari sisi keagamaannya.‎ Jadi harus banyak dari sisi anjuran-anjuran. Bukan cuma menyalahkan pemerintah saja. Yang suruh menikah dan punya anak siapa?, kemudian kenapa ditelantarkan. Itu harus dikembalikan kepada pribadi yang bersangkutannya kembali," ucap dia. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved