Mau Terapkan Pengebirian, IPW: Polri Harus Kebiri Anggotanya yang Jadi Predator Seks

sebelum melakukan tindakan kebiri terhadap anggota masyarakat yang terlibat kasus perkosaan, Polri harus lebih dulu mengkebiri anggotanya

Mau Terapkan Pengebirian, IPW: Polri Harus Kebiri Anggotanya yang Jadi Predator Seks
Istimewa
Indonesia Police Watch 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - ‎Kasus perkosaan yang dilakukan oleh Brigadir Mardiyus, anggota Polsek Tampan, bersama empat rekannya dianggap telah merusak citra Polri.

Atas kasus ini, Indonesia Police Watch (IPW) mendesak ‎Polri, agar mempercepat proses kasus ini sehingga Brigadir Mardiyus segera dihukum mati atau dihukum maksimal serta dikebiri.

"IPW mendesak, sebelum melakukan tindakan kebiri terhadap anggota masyarakat yang terlibat kasus perkosaan, Polri harus lebih dulu mengkebiri anggotanya yang menjadi predator seks," tegas Ketua Presidium IPW, Neta S Pane, Jumat(17/6/2016).

Neta berujar begitu bukan tanpa sebab, pasalnya belakangan jumlah polisi yang menjadi predator seks bagi masyarakat makin meningkat, sama meningkatnya dengan jumlah anggota polisi yang bunuh diri atau membunuh orang dekatnya.

"Kasus ini sangat biadab. ‎Pelaku bersama empat temannya menculik dan memperkosa korban di dalam mobil di jalanan. Ditambah lagi pelaku masih menggunakan pakaian dinas, seragam polisi. Alasannya, karena cintanya ditolak korban," beber Neta.

Neta menambahkan ‎orang seperti Brigadir Mardiyus sangat berbahaya apalagi jika ia tetap memakai seragam dan memegang senjata api.

Anggota Pansel Kompolnas ini juga meminta Polda Riau segera menahan para pelaku untuk kemudian diproses hukum, dijatuhi hukuman mati atau dihukum maksimal dan dikebiri.

"Tindakan tegas dan keras perlu dilakukan agar muncul efek jera, sehingga oknum-oknum polisi bisa mengendalikan hawa nafsunya," tambah Neta.

Berdasarkan catatan IPW, berikut kasus-kasus anggota Polri terlibat kasus kekerasan seksual :‎

16 Juni 2016
Brigadir Mardiyus anggota Polsek Tampan, Pekanbaru Riau bersama empat temannya menculik dan memperkosa seorang gadis.

Halaman
12
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved