"Saya Dikeroyok dan Diseret"

Korban mengalami beberapa benjolan akibat pukulan di bagian kening, luka-luka di lutut kanan-kiri, dan lebam di sejumlah bagian tubuh.

tribunnews batam/leo
Lukas Ndruru (30) menunjukan laporan polisi. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Setelah dikeroyok oleh tiga lelaki yang tak lain kawannya sendiri, Lukas Ndruru (30) mendapat perawatan di RS Camatha Sahidiya Panbil, Batam.

Korban mengalami beberapa benjolan akibat pukulan di bagian kening, luka-luka di lutut kanan-kiri, dan lebam di sejumlah bagian tubuh.

Tak terima dengan perlakukan tiga lelaki tersebut, Lukas pun berang dan membuat laporan polisi di Polsek Sei Beduk pada, Sabtu (16/7/2016) sekitar pukul 04.23 WIB.

Laporan korban telah diterima Brigadir Dedi Kurniawan dengan nomor LP STP-LP/236/VII/2016/SPK/Polsek Sei Beduk.

Menurut korban yang merupakan warga Perumahan Gapura Blok B Nomor 8, Sei Beduk, Batam, pengeroyokan terjadi di teras rumahnya, Jumat (15/7/2016) sekitar pukul 23.30 WIB.

"Saya dikeroyok dan diseret oleh saudara Safer Hulu, Berkat Gulo, dan Arman Gulo. Makanya lutut saya luka dan beberapa anggota badan saya lainnya. Nah setelah mereka keroyok saya, mereka langsung pergi. Mungkin mereka takut karena merasa bersalah apa lagi dilakukan di rumah saya sendiri," kata Lukas yang dijumpai Tribun Batam saat membuat LP di Mapolsek Sei Beduk tersebut Sabtu dini hari.

Menurut kronologis yang diceritakan korban, kejadian itu berawal atas kedatangan Sonifati Gulo dan Berkat Gulo ke kediaman korban untuk membicarakan masalah uang.

Lukas menceritakan, uang Rp 3,1 juta milik Sonifati Gulo diambil Berkat Gulo sekitar pertengahan Maret 2016 lalu untuk biaya administrasi masuk kerja di sebuah perusahaan yang terletak di Mukakuning.

Duit dari tangan Berkat, kemudian diserahkan Sonifati kepada pihak ketiga sebesar Rp 1.450.000.

"Jadi duit yang Rp 3,1 juta itu tidak diberikan sepenuhnya oleh Berkat. Tapi hanya Rp 1.450.000. Nah, karena saya sudah dimintai tolong maka saya sampaikan lah ke pihak ketiga, dan sudah saya serahkan,"kata korban.

Karena Sonifati merasa sudah lama menyerahkan duit itu kepada Berkat tapi sampai sekarang tidak juga bekerja, maka Soni mempertanyakan kembali hal itu.

"Maka keduanya ini datang ke rumah saya membicarakan. Mungkin si Sonifati juga menunggu hasil dengan waktu yang lama. Makanya dibicarakan," tambahnya.

Dalam pembicaraan malam itu tambahnya, si Soni mendesak Berkat agar duitnya dikembali jika tak ada kerja yang dijanjikan.

Namun, pada pertengahan perbincangan di teras rumah korban, terjadilah perdebatan hebat antara keduanya hingga adu mulut.

Kemudian datang Safer Hulu, yang merupakan teman ketiganya, ke rumah korban dan ikut terlibat dalam perdebatan itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved