Selasa, 21 April 2026

Ternyata Game Pokemon Go Berawal dari Guyonan April Mop. Seperti Ini Kisahnya

Pada satu titik, Hanke memutuskan membuat startup sendiri bernama Niantic Labs yang didanai Google

Editor: Mairi Nandarson

Pada tahun 2000, Hanke akhirnya mendirikan perusahaan pemetaan digital 3D bertajuk Keyhole.

Google melihat potensi teknologi yang dikembangkan Keyhole dan mencaplok perusahaan itu pada 2004.

Teknologi Keyhole menjadi cikal bakal Google Earth.

Hanke diposisikan sebagai nakhoda dalam divisi Google Geo yang membawahi tiga layanan, yakni Google Earth, Google Maps, dan Google Street View.

Bikin startup sendiri

Hanke berkarir di Google selama enam tahun hingga 2010.

Pada satu titik, Hanke memutuskan membuat startup sendiri bernama Niantic Labs yang didanai Google.

Startup itu fokus menciptakan game berbasis peta sesuai dengan impian Hanke.

"Saya selalu berpikir bisa membuat game keren dengan menggunakan data geolokasi. Kita bisa merasakan petualangan nyata pada basis game," kata Hanke.

Game pertama yang diluncurkan Niantic adalah Ingress. Menurut Hanke, ide game tersebut terinspirasi dari khayalannya untuk pulang dan pergi dari rumah ke kantor Google.

Sayangnya, percobaan pertama Hanke gagal di pasaran. Ingress tak mendapat penerimaan sebagaimana diharapkan.

Meski begitu Hanke tak patah semangat. Pada 2014 ia melihat ada peluang besar dari proyek guyonan April Mop yang dibuat Google dan Pokemon Company.

Saat itu antusiasme antusiasme netizen memang membludak.

Padahal mekanisme guyonan itu simpel: netizen bisa melihat monster-monster Pokemon berkeliaran dalam Google Maps.

Hanke pun tak tunggu lama untuk mengembangkan Pokemon Go di tahun itu juga.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved