Jumat, 10 April 2026

Demi Internet. Warga Pedalaman Ini Rela Bayar Rp 6,6 Juta Per Bulan

Dengan penduduk 70 kepala keluarga, warga di kampung pedalaman ini tak ingin ketinggalan informasi

Editor: Mairi Nandarson
TRIBUN KALTIM/ GEAFRY NECOLSEN
Warga Kampung Merabu, Kecamatan Kaley, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, harus rela mengeluarkan Rp 6,6 juta demi mendapatkan akses internet. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BERAU - Tinggal di wilayah terpencil memang serba sulit, termasuk mengakses internet untuk mendapatkan informasi dari seluruh dunia.

Seperti yang dialami warga Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.

Dengan penduduk 70 kepala keluarga, warga di kampung pedalaman ini tak ingin ketinggalan informasi.

Hanya sinyal dari telepon satelit Very Small Aperture Terminal (VSAT) yang bisa menjangkau kawasan yang dikelilingi oleh tebing karst ini.

"Memang begitu kondisi di Kampung Merabu, jangankan untuk akses internet, untuk komunikasi seluler saja kami harus naik ke dataran yang lebih tinggi. Harus naik gunung," kata Kepala Kampung Merabu, Franly Oley saat dikutip Tribun Kaltim.

Setelah mendaki gunung pun, komunikasi tidak selalu berjalan lancar. Suara telepon yang terputus-putus bahkan hilang sama sekali, kerap dialami oleh warganya.

"Karena kalau sudah dapat sinyal, yang ada ya di situ-situ saja, geser sedikit saja, langsung hilang," ungkapnya.

Namun pria yang baru berusia 23 tahun ketika dilantik sebagai kepala kampung ini tak ingin warganya ketinggalan informasi.

Franly mempelajari celah regulasi penggunaan Alokasi Dana Kampung (ADK) agar masyarakatnya bisa menikmati jaringan internet.

"Hanya VSAT yang bisa menjangkau, akhirnya kami menggunakan perangkat itu," kata Franly.

Perangkat satelit satu-satunya milik pemerintah kampung itu akhirnya ditempatkan di kantor, disebar melalui perangkat wifi, agar warganya bisa ikut menikmati kemudahan fasilitas aparatur kampung.

"Jadi akses internet hanya ada di kantor saya saja, setiap hari kantor saya didatangi anak-anak muda dari Kampung Merabu dan Kampung Mapulu, karena jarak kampung berdekatan," katanya.

Franly mengatakan, mayoritas pengguna internet di kantornya merupakan anak-anak muda yang ingin mencari pengetahuan dari internet.

"Tapi ada juga yang bermain Facebook, biasa lah, namanya juga anak muda," imbuhnya.

Menggunakan VSAT sebagai alat komunikasi di manapun menjadi terjangkau, tapi tidak dengan tarifnya.

Sumber: Tribun Kaltim
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved