Begini Cara Fauzan Sembunyikan 87 Gram Sabu Dalam Anus

Dua paket sabu dibungkus dengan lakban hitam, kemudian dimasukan ke dalam anus terdakwa dengan baby oil sebagai pelicinnya

Begini Cara Fauzan Sembunyikan 87 Gram Sabu Dalam Anus
Fauzan, terdakwa penyelundupan Narkoba asal Malaysia 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Fauzan bin Adam alias Herman Syah mengakui sembunyikan dua paket sabu di dalam anusnya. Kedua paket sabu dibungkus dengan lakban hitam, lalu dimasukkan ke dalam anus untuk menghindari pemeriksaan.

Agar paket itu mudah masuk, Fauzan menggunakan baby oil saebagai pelicin.  “Dua paket sabu dibungkus dengan lakban hitam, kemudian dimasukan ke dalam anus terdakwa dengan baby oil sebagai pelicinnya,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bani Immanuel Ginting dalam sidang di Pengadilan Negeri Batam, Jumat (29/7).

Fauzan mencoba menyelundupkan barang terlarang itu dari Pelabuhan Stulang Laut, Johor Bahru, Malaysia menggunakan kapal ferry. Namun, ia tertangkap petugas di Pelabuhan Internasional Ferry Batam Centre. Terdakwa mendapatkan sabu dari Nekdin (DPO).

Saat melewati alat pelacak (X-Ray), petugas melihat ada benda mencurigakan di dalam anusnya. Terdakwa lalu diamankan. Ia mengaku baru mengkonsumsi ganja dan sabu. Namun tidak mengaku menyebunyikan sabu dalam anus.

“Saya baru pakai barang semalam,” kata JPU Bani Imanuel Ginting membacakan surat dakwaan. Sidang dipimpin hakim Zulkifli, didampingi Hera Polosia dan Imam Budi Putra Noor.

Karena petugas melihat ada yang janggal, terdakwa klemudian dibawa ke RS Awal Bross dan diperiksa. Saat itulah ditemukanlah dua paket sabu, dengan bentuk lonjong memanjang yang berisi serbuk kristal.

Kemudian, hasil tes urine bahwa terdakwa positif mengkonsumsi sabu dan ganja sebelum berangkat ke Batam. Fauzan mengaku dua paket sabu dengan berat sekitar 87 gram ini, merupakan barang milik Nekdin (DPO) di Malaysia. Kepadanya, barang haramkan itu dititipkan untuk diserahkan kepada orang yang telah menunggunya di pelabuhan.

Atas perbuatannya terdakwa dijerat dengan dakwaan Pertama, melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Atau Kedua, melanggar Pasal 112 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, atau Ketiga, Pasal 115 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Penulis: Zabur Anjasfianto
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved