Sabtu, 18 April 2026

Kisah Gembong Narkoba Freddy Budiman: Dari Bisnis Konveksi Hingga Pabrik Sabu

Keluarga Freddy Budiman dikenal oleh para tetangganya sebagai sosok yang memiliki kepribadian santun dan royal

Editor: Mairi Nandarson
Istimewa
Terpidana mati Freddy Budiman 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perjalanan kehidupan gembong narkoba Freddy Budiman telah berakhir di Nusakambangan.

Bandar narkotika itu menjalani hukuman eksekusi mati pada Jumat (29/7/2016) dini hari.

Tindak tanduk Freddy memang begitu licin.

Ia kerap kali mengelabuli petugas guna melancarkan bisnis barang laknatnya tersebut.

Keluarga Freddy Budiman bermukim di Jalan Yudistira RT 03 / RW 07 Blok B6 Nomor 20 Kelurahan Tegal Alur, Kecamatan Kalideres, Jakarta Barat.

Warga sekitar mengenal baik sanak saudara Freddy sekitar hampir 10 tahun lamanya.

Menurut Opa (48) satu dari tetangga mengungkapkan rumah tersebut digunakan untuk usaha konveksi. Bisnis itu dijalani oleh Latif yang merupakan adik kandung Freddy.

Mereka berasal dari Surabaya datang ke Jakarta menjalani usaha konveksi ini. Keluarga Freddy Budiman dikenal oleh para tetangganya sebagai sosok yang memiliki kepribadian santun dan royal.

Lambat laun gerak - gerik Freddy beserta antek - anteknya mulai terendus polisi.

Pada tahun lalu anggota BNN berhasil membongkar jaringan gembong narkoba itu.

Freddy ternyata mempunyai pabrik narkotika di bilangan Taman Palem, Cengkareng, Jakarta Barat.

Tempat pembuatan narkoba itu berkedok rumah konveksi.

Selain memproduksi puluhan kilogram sabu-sabu, ia juga mengimpor ratusan ribu butir pil ekstasi dari Hongkong.

Jarak ruko pabrik narkoba Freddy ini memang tak jauh dari kediaman keluarganya.

Bahkan polisi menyebut sindikat Freddy Budiman merupakan jaringan narkotika kelas internasional.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved