Ditanya Nama Tekong yang Merekrutnya, Ratusan Calon TKI Kompak Bungkam
Ditanya soal paspor, menurutnya, orang yang merekrutnya mengaku akan diberikan setiba ia di Malaysia.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Penggerebekan calon TKI Ilegal di kawasan Ruko Lakota Blok E No 3 Batam Centre berawal dari laporan masyarakat. Warga curiga seringnya mobil minibus sejenis Suzuki Cary bolak-balik dan menurunkan penumpang di sana.
Dari kecurigaan warga tersebut, akhirnya polisi melakukan pemeriksaan. "Setelah kita periksa ternyata benar. Ruko ini dijadikan tempat persinggahan para TKI ini," sebut Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Memo Ardian, Selasa (2/8/2016) malam.
Dari hasil pemeriksaan sementara, calon TKI yang hendak di berangkatkan ke Malaysia ini sebanyak 231 orang. Namun, dari pemeriksaan, para calon TKI ini tidak memiliki kelengkapan berangkat ke luar negeri, seperti paspor dan dokumen lainnya.
"Dari beberapa orang yang kita periksa, dia hanya membawa KTP saja, tidak ada paspor ditemukan di dalam tas dan barang bawaan mereka," tambah Memo.
Ani, seorang TKI berasal dari Mandura mengatakan, dia dijanjikan akan diberangkatkan ke Malaysia dan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Ditanya soal paspor, menurutnya, orang yang merekrutnya mengaku akan diberikan setiba ia di Malaysia.
"Kata teman saya itu, untuk paspor dan surat-surat lainnya diserahkan ketika sampai di Malaysia," tutupnya.
Sejauh ini, para TKI ini banyak diam dan tidak memberi tahu mereka dibawa ke Batam oleh siapa. Mereka seolah kompak menyembunyikan para tekong yang merekrut dan akan menyeberangkan mereka ke Malaysia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tki-ilegal_20160802_213317.jpg)