Virus Hantui Petani Cabai Karimun
Tapi ini sekarang sepertinya terkena virus dan faktor cuaca. Jadi tidak tau bagaimana untuk panen berikutnya
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Enam bulan setelah menanam bibit cabai besar hijau di kebunnya, Adi Kristianto, seorang petani Dusun Pelambung, Desa Pongkar, Karimun, akhirnya mulai memetik hasil pada Selasa (2/8/2016). Pada panen pertama ini Adi merasa hasilnya cukup baik.
Namun Ia belum yakin bagaimana hasil pada panen selanjutnya. Pasalnya tanaman yang ia kelola selama ini masih kekurangan pupuk serta obat semprot. "Pertama kali ditanam sebanyak 6.000 batang. Kalau normalnya kita bisa panen tiga hingga empat ton. Tapi ini sekarang sepertinya terkena virus dan faktor cuaca. Jadi tidak tau bagaimana untuk panen berikutnya," ungkap Adi.
Memang selama ini pemerintah melalui dinas terkait telah memberikan bantuan kepada para petani. Akan tetapi bantuan tersebut menurut Adi belum merata dan belum tepat sasaran. Oleh karena itu Adi dan petani lainnya berharap agar dinas terkait dapat turun dan meninjau secara langsung.
"Kita berharap pemerintah dapat melihat langsung dan memberikan bantuan berupa pupuk atau obat semprot. Kendalanya itu sehingga hasilnya kurang baik," harap Adi. Hal yang sama juga diungkapkan pemilik kebun cabai hijau di kawasan Dusun Pelambung, Ayong. Ia mengatakan dengan hasil panen yang cukup lumayan dengan bantuan minim dari pemerintah, dapat membuktikan jika hasil pertanian Karimun bisa bersaing dengan barang dari luar.
"Cabai hijau kita buahnya cukup besar. Saya bandingkan dengan di pasar lebih besar hasil petani kita. Apalagi pemerintah dapat menyokong dengan baik" ungkap Ayong. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/petani-tanam_20160408_104848.jpg)