Kolam Air Terjun Pongkar Bocor

Kolam pemandian di lokasi wisata air terjun Desa Pongkar, Tebing, Kabupaten Karimun mengalami kebocoran.

Tribun Batam/Rachta Yahya
Salah satu atraksi pariwisata di karimun 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN - Kolam pemandian di lokasi wisata air terjun Desa Pongkar, Tebing, Kabupaten Karimun mengalami kebocoran. Akibatnya kolam tidak dapat menampung air dengan maksimal.

Warga sekitar mengatakan jika kebocoran tersebut sudah terjadi sejak lama. Namun hingga saat ini belum ada perbaikan yang dilakukan oleh instansi terkait. Menurut warga kebocoran disebabkan oleh kesalahan konstruksi awal pembangunan kolam.

"Bocornya sudah lama. Sampai sekarang masih seperti itu belum ada perbaikan. Jadi kalau air masuk yang keluarnya juga banyak," ujar seorang warga, Yusuf.

Kondisi ini sangat disayangkan oleh warga. Karena selama ini air terjun Desa Pongkar termasuk lokasi wisata alam yang cukup digandrungi serta ramai pengunjung. Bahkan bukan hanya wisatawan lokal yang berkunjung, akan tetapi wisatawan dari luar negeri seperti Malaysia dan Singapura juga kerap datang kesana.

"Maunya segera diperbaiki. Apalagi pemerintah katanya sedang mengembangkan pariwisata kita," ungkap Yusuf.

Sementara itu Kepala Dinas Priwisata Kabupaten Karimun, Syuryaminsyah yang dikonfirmasi menyebutkan dirinya telah mengetahui adanya kebocoran tersebut. Menurutnya kebocoran disebabkan oleh faktor alam.

"Bagaimana pun kalau sudah alam kita tidak bisa apa-apa. Kebocoran karena pengaruh alam seperti akar pohon," ujar pria yang akrab disapa Wak Min itu.

Wak min mengatakan jika nantinya pemandian air terjun tersebut akan diperbaiki melalui Dinas PU. Namun saat ini perbaikan terkendala karena belum tersedianya anggaran.

"Kita minta orang yang profesional untuk pembenahan. Tapi kita tunggu dulu anggarannya," tuturnya.

Dalam wacana pengembangan daerah Bupati Karimun, Aunur Rafiq, wisata air terjun Desa Pongkar serta pemandian Air panas Tanjung Hutan Pulau Buru akan dimaksimalkan. Bupati juga telah membentuk tim yang berasal dari berbagai dinas untuk pengembangan wisata alam Karimun ini.

Untuk tahap awal menurut Wak Min anggaran yang akan dihabiskan untuk pembenahan lokasi wisata berkisar antara Rp 15 sampai 100 miliar rupiah. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved