Wacana Full Day School
Pak Menteri Jahat. Sekolah Sampai Sore. Bikin Saya Tak Bisa Mancing Lagi, Kata Siswa SD Ini
Kalau nanti sistem belajar hingga jam 5 sore diterapkan, maka kegiatan mancing yang disukainya terhenti
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Fiderlyn atau Fider (10) , siswa SD di Kecamatan Gunung Kijang, Bintan, menyebut Menteri Pendidikan Nasional dan Kebudayaan (Mendikbud) RI Muhadjir Effendy "jahat" dengan rencana Full Day School.
Bila rencana Mendikbud menerapakan full day school untuk siswa SD dan SMP dilaksanakan, maka Fider mengaku kegiatan memancingnya usai pulang sekolah bakal tidak ada lagi.
"Pak menterinya jahat, Ade jadi tak bisa memancing lagi di laut kalau jam belajar terlalu lama," katanya, Selasa (9/8/2016) saat ditanya tentang rencana perpanjangan jam sekolah.
Fider mengatakan, selesai jam 12 siang sekolah, dia dan kawannya mancing.
Kebetulan tempat tinggal dia tak jauh dari laut.
Kalau nanti sistem belajar hingga jam 5 sore diterapkan, maka kegiatan mancing yang disukainya terhenti.
Dengan mancing kata dia, ia bisa mendapat 10 an ekor ikan untuk dibawa pulang ke rumah.
"Nanti mama masak atau gorengkan di rumah,"lanjutnya.
Kepala Sekolah SDN 002 Kawal Gunung Kijang Wigati mengatakan, rencana full day school tak masalah bagi sekolahnya jika itu diterapkan.
"Kalau kami, ikut saja, kalau memang kebijakan itu jadi diterapkan. Tak ada masalah bagi kami,"katanya.
Namun kata dia, sebelumnya perlu sosialisasi menyeluruh sebelum diterapkan agar orangtua tidak kaget nanti.
Guru honorer keberata
Ellyna, guru honorer di SMP Bintan, mengatakan, dia keberatan jika rencana full day diterapkan.
Pasalnya, sebagai honorer, dia harus menghidupi keluarganya dengan usaha sampingan.
"Nah, kalau full day schoolitu jadi, usaha sampingan buat mencukupi kebutuhan keluarga pasti terhenti,"katanya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/siswa-sd-di-bintan_20160809_143610.jpg)