Sabtu, 18 April 2026

Polisi Inggris Di-Bully, Bersenjata Lengkap Masuk Rumah Warga, Eh, Ternyata Salah Alamat

Rekaman menunjukkan, petugas mengacungkan senjata mereka di jendela dan memukul-mukul pintu sebelum menggunakan pendobrak untuk menghancurkan pintu.

dailymail
Pasukan khusus Manchester, Inggris, yang salah rumah saat operasi intelijen 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, MANCHESTER - Polisi Manchester Inggris mendapat cercaan dari para netizen setelah operasi intelijennya mencari penjahat ternyata salah rumah, Kamis (11/8/2016).

Polisi bersenjata mesin dan mengenakan rompi antipeluru dan helm mengepung sebuah rumah, merusak sejumlah properti di rumah tersebut, kemudian masuk secara paksa di kawasan Clayton, Manchester.

Namun, penghuni rumah itu ternyata hanya seorang wanita bernama Mustapha Motunrayo (45) dan putranya berusia enam tahun. Kepolisian setempat mengatakan, mereka sedang melakukan operasi intelijen untuk mencari perampok.

Namun ternyata, rumah yang diserbu itu tidak berkaitan sama sekali dengan perampokan tersebut. Padahal, dalam penyerbuan itu, Motunrayo dan putranya sampai syok.

Sebanyak 15 polisi mengacungkan senapan mesin kepada ibu-anak ini. Sebelum masuk, mereka dan menghancurkan jalan ke mereka. Senjata serbu itu jenis Heckler & Koch yang dapat memuntahkan 800 peluru dalam satu menit.

Rekaman menunjukkan, petugas mengacungkan senjata mereka di jendela dan memukul-mukul pintu sebelum menggunakan pendobrak untuk menghancurkan pintu.

Motunrayo yang sedang berada di ruang tamun dengan anaknya sangat terguncang. Ia berlari ketakutan dan mengunci dirinya dan anaknya di kamar mandi. Wanita itu lari karena tidak yakin itu polisi.

"Kami mendengar polisi menggedor dan aku hanya bersembunyi di sini dengan anak saya. Ada begitu banyak suara benturan dan saya sangat takut," katanya seperti dilansir Dailymail.

"Saya melihat mereka dari jendela. Saya langsung menelepon suami saya dan saya katakan padanya, saya tidak begitu yakin itu polisi. Saya kemudian pergi ke toilet dengan anak saya dan mengunci pintu."

'Rumah ini mereka kepung dan terus memukul-mukul, kemudian mereka menghancurkan pintu dan masuk. Mereka saya dengar mengatakan 'Apakah ada orang di sini?'. Setelah itu saya mendengar suara sepatu mereka berhamburan di mana-mana, naik ke lantai 2 atas dan tersebar di sana-sini."

Akhirnya, Motunrayo keluar dari tempat persembunyiannya setelah dipanggil baik-baik. Ia bertanya apa yang terjadi. "Tapi mereka semakin membuat saya takut karena langsung membawa saya ke dalam sebuah mobil. Katanya untuk perlindungan."

Di mobil itu, seorang perwira mengatakan kepadanya tentang operasi intelijen yang mereka maksudkan. Setelah itu, po;lisi itu berlalu setelah meminta maaf dan berjanji akan mengganti semua kerusakan.

Kepala kepolisian setempat, Inspektur Mark Dexter dari pasukan khusus mengatakan bahwa mereka sedang mencari pelaku serangan bersenjata api baru-baru ini di Harpurhey dan Crumpsall.

Hasil penyelidikan, mereka menduga para penjahat itu berada di alamat yang dikepung. "Ternyata petugas masuk ke rumah yang tidak berhubungan dengan penyelidikan. Petugas telah meminta maaf kepada pemilik rumah dan akan mengganti kerusakan properti pemilik rumah tersebut."

Dua pria yang dicari polisi memang akhirnya tertangkap, tetapi di daerah lain. Selain perampokan, mereka juga terlibat peredaran narkotika.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved