Tim Dokter Perbolehkan Bayi Kembar Rahmi Pulang. Rahma Akan Dioperasi di Surabaya
Bayi Rahma, kemarin sudah mulai diberi minum. Pemberian obat-obatan juga sudah mulai dikurangi, tinggal meneruskan antibiotik saja. Anaknya juga suda
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tim operasi dokter Rahma-Rahmi tengah menyiapkan kepulangan bayi Rahmi ke rumah.
Ketua tim dokter, dr Indrayanti, SpA, MARS mengatakan, saat ini hanya bayi Rahmi yang kondisinya paling memungkinkan untuk pulang ke rumah. Meskipun memang kondisi bayi Rahma pun sudah semakin membaik.
"Perkembangan di hari keempat pascaoperasi ini sangat menggembirakan. Bayi Rahma, kemarin sudah mulai diberi minum. Pemberian obat-obatan juga sudah mulai dikurangi, tinggal meneruskan antibiotik saja. Anaknya juga sudah menangis keras, dan aktif bergerak. Sedangkan bayi Rahmi perkembangannya sangat-sangat bagus lagi. Kalau tidak lihat ada bekas perban, mungkin kita tidak tahu Rahmi habis dioperasi," tutur Indrayanti saat konferensi pers, Kamis (18/8/2016).
Menurut Indrayanti, dari gerakan dan ekspresi Rahmi, tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kesakitan. Tim dokter pun sudah mulai melibatkan orangtua, khususnya ibu untuk perawatan bayi Rahmi.
"Kita coba ajarkan bagaimana gendong bayi habis operasi. Namanya orang awamkan takut-takut gendong. Kita juga sudah mempersiapkan untuk pulang ke rumah, karena dari lahir nggak pernahkan pulang ke rumahnya. Tapi untuk bayi Rahmi dulu mungkin," tuturnya.
Menurut dia, persiapan orangtua perlu dilakukan agar saat bayi pulang, orangtua memiliki kesiapan untuk merawat keduanya. Terlebih lagi, proses kepulangan bayi Rahma-Rahmi pun memakan waktu yang cukup panjang.
Ditambah lagi dengan kondisi keluarga, utamanya ibu yang belum berpengalaman.
"Inikan perjalanannya sudah sangat panjang, nggak mungkin kita memulangkan begitu saja. Penting bagi orangtua bisa merawat dengan tenang, dan psikologis ibu di sini sangat menentukan. Kasus ini berbeda, pertama Rahma-Rahmi ini adalah anak pertama mereka. Kedua, mereka pulang dengan kondisi baru selesai operasi. Ketiga, ibunya juga pekerja aktif, nanti akan kami tanya lagi, apakah ibunya akan tetap bekerja atau fokus menjaga anak saja," tutur dia.
Sementara itu, dr Victor J Nababan, SpBTKV menambahkan untuk operasi lanjutan bagi bayi Rahma, rencananya akan dilakukan satu atau dua bulan ke depan.
"Nanti kita evaluasi dulu, apakah bisa langsung atau harus memenuhi persyaratan operasi bidirectional cavo pulmonary shunt dulu," kata Victor.
Ia menuturkan operasi akan dilakukan di Surabaya, karena di RS Awal Bros belum memiliki alat jantung paru.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/foto-bayi-kembar-rahma-dan-rahmi-setelah-dipisahkan_20160817_184535.jpg)