Singapura Tangkap Empat Orang Terkait ISIS

Rosli ditangkap ketika kembali dari Batam, setelah mengunjungi istri dan anak-anaknya di kota itu.

Terduga jaringan ISIS ditangkap. Foto ilustrasi 

BATAM.TRIBUNNEWS, SINGAPURA- Singapura menangkap empat orang warganya yang diduga terkait jaringan militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS), Jumat (19/8/2016).

Keempat orang tersebut saat ini ditahan dengan undang-undang subversi negara itu atau Internal Security Act (ISA), Kementerian Dalam Negeri (MHA).

Dua orang diketahui sedang membuat rencana untuk melakukan perjalanan ke Suriah untuk bergabung dengan ISIS. Dua warga lainnya dilaporkan tidak ditahan, tetapi hanya dikenakan cekal atau tidak boleh berangkat ke luar negeri.

Keempat orang tersebut bernama Rosli Hamzah (50) seorang pekerja cucian mobil. Selain ditahan, ia juga dicekal tidak boleh berpergian ke luar negeri dalam jangka waktu dua tahun. 

MHA mengatakan, pada tahun 2009, Rosli mulai mendengarkan sebuah stasiun radio yang berbasis di Batam. Radio tersebut kadang-kadang menampilkan pembicara yang menyampaikan pandangan keagamaan yang ekstrim.

Beberapa waktu, antara Agustus dan September 2014, Rosli diperkenalkan ke kelompok radikal yang mempromosikan ISIS melalui media sosial.

"Dia menjadi tertarik pada jihad bersenjata dengan ISIS dan terus mempelajari propaganda tersebut di internet. Keinginannya untuk bergabung dengan ISIS semakin kuat, dengan keyakinan akan mati syahid," kata rilis MHA seperti dilansir Channel news Asia.

Rosli kemudian mencari informasi tentang rute perjalanan ke Suriah. Dia juga aktif berbagi informasi radikal di media sosial untuk mendorong orang lain untuk mendukung kelompok militan dan terlibat dalam jihad bersenjata.

Pada bulan Juli lalu, Rosli ditangkap ketika kembali dari Batam, setelah mengunjungi istri dan anak-anaknya di kota itu. "Pada saat penangkapan, ia masih memendam keinginan untuk terlibat dalam kekerasan bersenjata di Suriah," kata MHA.

Orang kedua yang ditahan bernama Mohamed Omar Mahadi, yang dikatakan juga terpengaruh pada stasiun radio yang berbasis di Batam.

Pada tahun 2012, ia berhubungan dengan seorang anggota Al-Qaeda, Anwar al-Awlaki yang tewas pada 2011 di Yaman.

"Pada 2014, Omar yakin bahwa ISIS berjuang untuk membawa kemuliaan Islam, dan bahwa itu adalah kewajiban agama untuk menjadi seorang pejuang ISIS di Suriah. Ia siap untuk mati syahid, " kata MHA.

Omar telah membuat persiapan dengan istri dan anak-anaknya untuk pergi ke Suriah. Namun hingga saat ini, tidak ada bukti bahwa anak-anak mereka telah mengalami radikalisasi.

Omar mencoba untuk mencari bantuan melalui online untuk melakukan perjalanan ke Suriah. Untuk mempersiapkan perjalanan, ia hafal bai'ah (janji setia), yang ia bermaksud untuk mengambil hati pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi.

"Dalam pandangannya, ia dan istrinya harus melaksanakan setiap tugas ISIS setelah mengambil sumpah bai'ah itu," kata kementerian itu.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved