Pompong ke Pulau Penyengat Tenggelam

Kami Lihat Mereka Angkat Tangan Sambil Berteriak Minta Tolong

Angin kencang disertai hujan lebat tiba-tiba datang, kendatipun tidak berlangsung lama

Penulis: Thom Limahekin | Editor: Mairi Nandarson
TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Evakuasi korban pompong tujuan Pulau Penyengat yang tenggelam, Minggu (21/8/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Musibah tenggelamnya kapal pompong yang membawa penumpang ke Pulau Penyengat, Minggu (21/8/2016) dilihat oleh Wendy (25) dan Endrian (20).

Dua pemuda ini pun spontan terjun ke laut untuk menolong korban.

"Kami berdualah yang pertama ceburkan diri ke laut untuk menolong korban.

Setelah kami baru, banyak orang dari Marinir dan KP3 turun membantu," ungkap Wendy dan Endrian saat ditemui di halaman Ocean Corner Tepi Laut Tanjungpinang, Minggu siang.

Endrian mengatakan kecelakaan laut itu terjadi sekitar pukul 09.30 WIB.

Saat itu, cuaca di sekitar Tanjungpinang dan Pulau Penyengat sedang tidak bagus.

Angin kencang disertai hujan lebat tiba-tiba datang, kendatipun tidak berlangsung lama.

"Wah, lihat cuacanya saja, kami merasa ngeri. Kami jadi takut. Makanya kami heran, kok bisa, tekong pompong itu berani berlayar ke sana," timpal Wendy.

Wendy, melihat pompong naas itu berjibaku dengan ombak yang besar dan angin kencang di laut antara Tanjungpinang dan Pulau Penyengat.

"Kami dengar teriak mereka lalu kami terjun ke laur. Kami lihat mereka angkat tangan ke atas sambil berteriak meminta tolong," kata Wendy.(*) 

* Baca berita terkait di Harian TRIBUN BATAM edisi Senin, 22 Agustus 2016

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved