Pompong ke Pulau Penyengat Tenggelam
Sekeluarga Menjadi Korban, Rumah Almarhum Bagio Kosong
Mereka yang tinggal rumah tersebut telah tiada semua. Almarhum Bagio, istrinya Saniati, Wiwit, Esti, Vitara dan Gompang semua tinggal di situ
BATAM. TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Fahmi kerabat dekat satu keluarga yang tenggelam mengaku sangat kehilangan. Meski hanya bertetangga, Fahmi mengaku kedekatan dengan keluarga korban sudah seperti keluarga.
"Kita sudah dekat seperti keluarga. Biasa saling berbagi. Kadang kirim-kirim makanan gitu. Saya merasa kehilangan," kata Fahmi kepada Tribun, di RSUP Kepri, Senin (22/8/2016).
Ia mengaku sangat berduka. Terlebih lagi, seluruh keluarga Bagio kini telah tiada. Bahkan rumah yang dihuni Bagio dan sejumlah keluarganya yang meninggal saat pompong yang ditumpanginya ke Pulau Penyengat tenggelam, kini tidak berpenghuni atau kosong.
"Mereka yang tinggal rumah tersebut telah tiada semua. Almarhum Bagio, istrinya Saniati, Wiwit, Esti, Vitara dan Gompang anak angkatnya semua tinggal di situ," ungkap pria yang bekerja sebagai jaksa di Kejati Kepri itu.
Seperti diberitakan, Minggu (21/8/2016) sebuah pompong berpenumpang 17 orang tenggelam saat hendak ke Pulau Penyengat. Setidaknya 15 penumpang menjadi korban, dan dua lainnya selamat dalam perawatan di rumah sakit. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/evakuasi-korban_20160821_120812.jpg)