Pompong ke Pulau penyengat Tenggelam

Ya Allah, Sabarkanlah Hati Saya

Menurut Hambali, Wawan adalah anak yang penurut kepada orangtua. Pada hari kejadian itu, ia sempat berkomunikasi dengan keluarganya.

TRIBUNBATAM/THOM LIMAHEKIN
Evakuasi korban pompong tujuan Pulau Penyengat yang tenggelam, Minggu (21/8/2016) 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG - Wawan (25), salah satu penumpang pompong yang tenggelam di perairan Tanjungpinang. Hingga tadi malam, Wawan belum ditemukan.

Ayah korban bernama Hambali bersama kerabat dekatnya menunggu proses pencarian. "Ya Allah. Sabarkanlah hati saya," kata Hambali di Posko evakuasi.

Ia enggan dimintai keterangan dan memilih untuk lebih banyak diam. Ia tak henti berdoa untuk menenangkan diri.

"Tenangkan hati saya, ya Allah," kata Hambali dengan air mata yang terus mengucur di pipinya.

Ia tak bercerita banyak tentang Wawan. Namun harapan besar keluarganya, putra tercintanya anaknya segera ditemukan petugas. "Semoga sebelum Magrib anak saya Ketemu," tuturnya.

Wawan merupakan anak kedua dari empat bersaudara. Menurut Hambali, Wawan adalah anak yang penurut kepada orangtua. Pada hari kejadian itu, ia sempat berkomunikasi dengan keluarganya.

Wawan sendiri saat ini masih berstatus lajang.

"Dia rencana tak mau balik ke Penyengat. Mau nyuci motor di Pinang. Tapi karena gerimis, ia tak jadi nyici motor dan milik balik ke Penyengat. Itu percakapan terakhir dengan keluarga," kata keluarga korban.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved