Andalkan Jalan Tikus, Ini Pengakuan Pelajar di Bintan soal Razia Polantas

Di sekolah di Bintan masih mudah ditemukan pelajar memakai kendaraan bermotor meskipun belum memiliki SIM. Warga meminta polisi menertibkan

Andalkan Jalan Tikus, Ini Pengakuan Pelajar di Bintan soal Razia Polantas
TRIBUNNEWSBATAM.COM/ARGIANTO DA NUGROHO
Ilustrasi Polantas 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN – Bulan tertib lalu lintas, Polres Bintan diminta tegas menindak kegiatan balap liar di kalangan remaja dan anak sekolah. Secara Kamtibmas, hal demikian sangat mengganggu.

Selain itu, mempertegas larangan bagi pelajar yang tidak memiliki surat izin mengemudi (SIM) untuk membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Di lapangan, banyak ditemukan pelajar tanpa kelengkapan SIM dan belum cukup umur membawa sendiri kendaraan ke sekolah.

“Riskan sekali sebenarnya dari segi keamanan berlalu lintas. Oke kalau sudah SMA, tapi bagaimana yang masih SMP, bahkan ada SD sudah bawa kendaraan sendiri,” ujar Hamuna, warga Kijang Kota, Kecamatan Bintan Timur, Rabu (24/8/2016) saat menjemput anaknya di salah satu SMP Negeri di Kijang.

Dia meminta, pelajar sebenarnya tak perlu bawa kendaraan sendiri. “Orangtua antar saja mereka, atau naik mobil umum saja,” katanya.

Di kalangan anak sekolah sendiri, membawa kendaraan sendiri rupanya dirasa lebih nyaman. Rizai, seorang pelajar SDN di Kijang mengaku, sehari hari dia memilik membawa kendaraan sendiri ke sekolah. Kalau diantar, ada rasa malu. “Masa sudah kelas 6 SD masih diantar, tapi kadang kadang diantar juga sama orang tua,” katanya.

Saat ditanya bagaimana jika ada razia lalulintas, Rizai mengatakan, dia memilih mencari jalan alternatif biar tidak ditilang. “Di Kijang ini banyak lorong untuk lewat, takut ditilang karena kita belum ada SIM, katanya belum bisa ada SIM untuk kita,” katanya.

Menanggapi hal demikian, Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto menyatakan, pihaknya akan meningkatkan kembali penjagaan di jalur jalur sekolah. Namun jika diterapkan dalam bentuk razia langsung depan sekolah, itu masih akan ditinjau dulu.

“Kita akan lihat perkembangannya, kalau ternyata pelanggaran berlalulintas anak sekolah cukup tinggi, langkah seperti itu akan kita terapkan,”ujar Guntur.

Ditegaskan dia, jika tren pelanggaran berlalulintas anak sekolah meningkat hingga ke tindak balapan liar setelah usai pulang sekolah, langkah lebih tegas bakal diambil. “Intinya kita lihat tingkat pelanggarannya. Kalau mengkhawatirkan, mau tak mau kita masuk ke sekolah, kita berkoordinasi dengan pihak sekolahnya.

Untuk sementara ini, jika ada pelanggaran kita masih tahap ke perorangan, ke orangtuanya, kalau sudah masuk ke tingkat menghawatirkan kita baru masuk ke sekolahnya,” kata Guntur. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor:
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved