Sebaiknya Anda Tahu

Antibiotik Bisa Meningkatkan Risiko Diabetes bagi Anak. Ini Penjelasannya

Diabetes tipe 1 dapat berkembang pada anak-anak karena bakteri "bersahabat" dalam perut anak ikut terbunuh oleh antibiotik pada usia dini.

tribunnews batam/aminnudin
Anak-anak bermain di Pantai Sagala, Kampung Senggiling, Desa Sri Bintan. 

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Ini peringatan serius bagi orangtua. Anak-anak yang sering sakit, jangan terlalu sering diberikan antibiotik.

Sebuah hasil penelitian dari New York University mengatakan, bayi dan balita yang sering diberi antibiotik, secara dramatis bisa meningkatkan peluang mereka menjadi diabetes tipe 1.

Diabetes tipe I ini biasanya berkembang pada anak-anak. Dari banyak kasus anak yang mendapat diabetes jenis ini, ternyata berhubungan dengan penggunaan obat antibiotik yang biasa diresepkan oleh dokter.

Para peneliti kesehatan ini membandingkan kesehatan tikus diberikan yang diberikan antibiotik ketika muda dengan yang tidak diberikan obat-obatan. Hasil penelitian itu menunjukkan perbedaan yang signifikan.

Tikus-tikus yang diteliti juga beragam, di usia enam minggu dan berusia tua, sekitar 2,5 tahun.

Diabetes tipe 1 dapat berkembang pada anak-anak karena bakteri "bersahabat" dalam perut anak ikut terbunuh oleh antibiotik pada usia dini.

Hasil penelitian ini kemudian dimuat di jurnal kesehatan Nature Mikrobiologi. Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa anak laki-laki paling rentan dengan diabetes ini.

Di Inggris sendiri, sekitar 400 ribu orang menderita diabetes, 30 ribu adalah anak-anak. Kenaikan penderita diabetes bagi anak-anak sangat tajam, mencapai lima kali lipat dalam 20 tahun terakhir, demikian dilaporkan Dailymail.

Selama ini, banyak yang percaya bahwa diabetes itu dipicu oleh makanan yang mengandung gula. Namun, hasil penelitian awal ini dipercaya akan membuka tabir yang sebenarnya.

Diabetes tipe 1 terjadi ketika sistem kekebalan tubuh berbalik menyerang sel-sel di pankreas yang dibutuhkan untuk mengubah gula menjadi energi.

Para peneliti AS mengatakan bahwa sebagian bakteri yang terdapat dalam usus besar membantu meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap risiko diabetes.

Jika bakteri yang "ramah" ini hilang pada awal kehidupan karena dibunuh oleh antibiotik, maka penyakit dapat berkembang.

Jessica Dunne dari Juvenile Diabetes Research Foundation (JDRF) yang mensponsori penelitian ini mengatakan: "Hasil penelitian ini menarik, menghubungkan efek antibiotik pada tikus diabetes tipe 1."

Walaupun mungkin tampak aneh adanya hubungan antara diabetes dengan antibiotik, asma, obesitas dan masalah pencernaan, namun semuanya terbukti berkaitan dengan penggunaan obat-obatan.

"Kami ingin melihat bagaimana temuan ini dapat mempengaruhi penemuan perawatan pencegahan diabetes tipe 1 di masa depan dan penelitian di bidang vaksin."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved