Dua Bule Pembunuh Polisi Lepas Rindu saat Rekonstruksi
Makanya sedari awal, saya meminta kepada Kasatreskrim supaya dibuka kesempatan mereka melepas rindu. Rupanya kesempatan itu diberikan.
BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DENPASAR - Kasus pembunuhan terhadap anggota polisi di Polsek Kuta, Badung, Bali, Aipda Wayan Sudarsa, akhirnya terungkap lebih jelas.
Itu terjadi ketika Polresta Denpasar menggelar rekonstruksi di Pantai Gelian, Kuta, yang melibatkan tersangka David James Taylor (34) dan Sara Connor (45) pada pukul 04.00 Wita, Rabu (31/8).
Rekonstruksi pada subuh itu bahkan menjadi berita utama media Inggris, semisal Daily Mail dan The Guardian, karena David James Taylor tercatat sebagai warga negara Inggris.
Dalam versi online, dua media ternama tersebut memasang parade foto yang menggambarkan adegan pembunuhan terhadap Wayan Sudarsa menggunakan botol bir.
Daily Mail juga menulis perbedaan pengakuan para tersangka mulai dari awal mereka ditangkap hingga dilakukan rekonstruksi. Awalnya mereka mengaku terlibat perkelahian Wayan Sudarsa namun tidak membunuhnya.
Tersangka Sara bahkan sempat mengaku mendapat perlakuan buruk dari seorang polisi jahat yang mendorongnya hingga terjatuh dan kemudian menindihnya. Kemudian Sara mengubah keterangannya, saat itu ia tengah memisah perkelahian David dan korban.
Ada hal menarik ketika David dan Sara menjalani rekonstruksi. Mereka memanfaatkan momen itu untuk melepaskan rindu karena sejak ditangkap Polresta Denpasar, mereka ditahan secara terpisah, pada 19 Agustus lalu.
"Tampak sekali mereka sangat rindu. Itu bisa dilihat saat memerankan adegan pelukan di pantai. Mereka sudah tidak bertemu cukup lama," kata Haposan Sihombing, penasihat hukum David Taylor.
Haposan menambahkan meski sebelumnya Sara dikunjungi oleh mantan Suaminya, Anthony Connor, ia tampaknya tetap merindukan kekasihnya, David Taylor. Mereka sempat berciuman.
"Makanya sedari awal, saya meminta kepada Kasatreskrim supaya dibuka kesempatan mereka melepas rindu. Rupanya kesempatan itu diberikan. Terima kasih Kasatreskrim," ujar Haposan.
Dalam rekonstruksi itu digambarkan terjadi pergumulan antara Aipda Wayan Sudarsa dengan David. Korban tak berdaya ketika dipukul menggunakan botol bir oleh David. Wayan Sudarsa kemudian dipukul lagi dengan botol bir yang sudah pecah dan ada bagian tajam yang terbuka.
Sedangkan Sara ikut membantu pacarnya. Ia menidih badan korban, kemudian memukulkan handy talky (HT) ke kepala Wayan Sudarsa. HT tersebut merupakan inventaris Polri yang dibawa korban ketika bertugas pada 17 Agustus 2016 malam. Pada saat ditindih itulah, korban kemudian menggigit paha Sara.
Haposan menyebut ada beberapa adegan yang dalam berita acara pemeriksaan tidak dipraktikkan, di antaranya pemukulan teropong oleh David. "Jadi yang lebih banyak diperagakan yaitu adegan guling-gulingnya saja," katanya.
Diganti di Polresta
Aipda Wayan Sudarsa, seorang polisi lalu lintas, ditemukan tewas bersimbah darah dan ditimbun pasir di Pantai Legian, Kuta, pada Rabu (17/8) pagi.
Dua hari kemudian polisi memangkap Sara dan David di depan Konsulat Australia di Denpasar.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/pembunuh-polisi_20160901_010708.jpg)